TROL, Tulungagung – Upacara Adat Tradisi Ulur-Ulur kembali digelar, ratusan warga memadati pelataran Telaga Buret di Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat pada Jumat (24/4). Mereka datang dari berbagai desa untuk mengikuti prosesi upacara adat yang rutin digelar setiap tahun.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, bersama istri Ny. Yuyun Wahyuni, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, unsur Forkopimcam Campurdarat, serta kepala desa dari Sawo, Ngentrong, Gedangan, dan Gamping. Hadir pula para pinisepuh Paguyuban Sendang Tirto Mulyo dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin mengajak masyarakat untuk terus bersyukur atas keberkahan sumber air Telaga Buret yang hingga kini tidak pernah surut. Ia menegaskan, keberadaan telaga tersebut memiliki peran penting dalam menunjang kebutuhan pertanian warga di wilayah sekitar.
“Air dari Telaga Buret ini menjadi penopang utama kehidupan masyarakat, khususnya sektor pertanian. Karena itu, kelestariannya harus kita jaga bersama,” tutur Plt Bupati Ahmad Baharudin.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang tetap melestarikan Tradisi Ulur-Ulur sebagai bagian dari warisan budaya lokal. Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya mengandung nilai spiritual, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Tradisi Ulur-Ulur ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk nyata kearifan lokal yang mengajarkan kita untuk bersyukur dan menjaga alam,” tambahnya.
Tradisi Ulur-Ulur digelar setiap bulan Selo dalam penanggalan Jawa sebagai bentuk penghormatan terhadap sumber mata air. Prosesi ini sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan warga lintas desa.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung, lanjutnya, berkomitmen mendukung pelestarian tradisi tersebut. Ke depan, Tradisi Ulur-Ulur dan Telaga Buret diharapkan dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya.
“Kami akan terus mendorong agar tradisi ini tetap lestari sekaligus memiliki nilai tambah sebagai destinasi wisata unggulan daerah,” pungkasnya.
Dengan berlangsungnya kegiatan ini, masyarakat kembali diingatkan akan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan tradisi di tengah perkembangan zaman. (jk)
#prokopimtulungagung











