TROL, Kediri – Audiensi antara warga Dusun Ngatup, Desa Kambingan, Kecamatan Pagu, dengan pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) berlangsung lancar dan kondusif, Selasa (13/5) sekitar pukul 15.30 WIB.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta anggota Intel Polres Kediri guna memastikan keamanan dan kelancaran jalannya diskusi.
Dalam audiensi itu, Ketua Komda Harbaktian Kabupaten Kediri dari YJPRSA LRI hadir mewakili warga untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait sistem penerimaan dan penempatan tenaga relawan di dapur MBG.
Warga menyoroti adanya dugaan ketidakmerataan pembagian kerja, termasuk ditemukannya satu orang yang merangkap dua tugas sekaligus, yakni di bagian persiapan makanan dan pencucian peralatan masak (ompreng). Selain itu, warga juga mempertanyakan dugaan penerimaan relawan berdasarkan hubungan kekeluargaan atau “titipan”, sehingga dalam satu keluarga terdapat beberapa anggota yang bekerja di lokasi yang sama.

Masyarakat berharap proses perekrutan relawan dilakukan secara transparan, adil, dan lebih memprioritaskan warga asli Dusun Ngatup. Warga juga mengusulkan agar pasangan suami istri tidak ditempatkan pada bagian kerja yang sama demi menjaga profesionalitas dan kondusivitas lingkungan kerja.
Menanggapi hal tersebut, pengelola Dapur MBG, Andika, menyampaikan apresiasi atas seluruh masukan dari masyarakat dan memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kami berterima kasih atas seluruh masukan dari warga Ngatup. Semua aspirasi akan kami kaji ulang agar dapur MBG dapat berjalan lebih baik, aman, kondusif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucap Andika.
Audiensi ditutup dengan kesepakatan bahwa pihak pengelola akan segera meninjau kembali sistem penerimaan dan penempatan relawan demi menciptakan pemerataan dan keadilan bagi masyarakat sekitar. (Anggik)











