Daerah  

Program Unggulan Pesantren Interpreneur Telan Anggaran 2,8 Miliar, Diduga Jadi Bancakan

TROL, Sumenep – Interpreneur dan Kalangan Muda adalah salah satu program unggulan yang dilaksanakan oleh Disbudporapar Sumenep Madura Jawa Timur, dengan anggaran senilai Rp 2,8 miliar pada tahun 2021 lalu diduga jadi bancakan.

Program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep itu dilaksanakan untuk meminimalisir angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Keris ini seakan terhenti.

Hal tersebut memantik kekecewaan aktivis Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen (Gempar) Sumenep. Yang akhirnya membuat mereka berunjuk rasa sekitar pukul 09.00 ke Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep pada Senin (16/8).

Korlap aksi, Mohammad Nor mengatakan program dengan anggaran yang cukup fantastis itu terkesan hanya jadi bancakan. Indikasinya, sampai hari ini tidak ditemukan output yang nampak dari program tersebut. Program itu patut diduga hanya buang-buang anggaran.

Menurutnya, program yang menjanjikan mampu menampung pengangguran untuk wilayah Sumenep itu diduga telah gagal. Pasalnya, program itu kini sudah tidak sesuai dengan apa yang menjadi konsep awal. Yakni progam tersebut telah berbalik arah.

Kami hanya ingin menyampaikan kepada pemerintah di Kabupaten Sumenep. Bahwa tidak ada Masyarakat Sumenep yang merasakan hasil dari program ini,” ujarnya.

“Ritual tadi itu adalah ritual bagaimana Bupati dan Wakil Bupati Sumenep ini bisa sadar. Bahwa program yang dijalankan itu telah beda arah dari yang dicita-citakan bupati dan wakilnya,” paparnya.

Tak hanya itu, Nor juga mendesak bupati agar mengkroscek kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Agar program yang dilaksanakan itu segera bisa diperbaiki dan hasilnya benar-benar tepat sasaran dan manfaat bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar.

“Saya kira anggaran Rp2,8 miliar itu cukup fantastis untuk membina dan melatih masyarakat pemuda dan santri Kabupaten Sumenep untuk mempunyai jiwa Interpreneur,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Disbudporapar Sumenep, Moh. Ikhsan tidak bisa ditemui dengan alasan masih banyak job. “Mohon maaf mas, saya masih banyak job,” ujarnya. (hartono).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *