Daerah  

Klarifikasi Ketum Ormas Balawangi, Tak Pernah Tugaskan Anggotanya ke Gunung Salakan

TROL,Banyuwangi – Terkait pemberitaan diberbagai media online yang menyebutkan Balawangi kawal tim survey perusahaan Pertambangan ke Gunung salakan, didusun pancer desa Sumberagung, kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, ini tanggapan dari Ketua Umum Balawangi (19/8).

Agus Setiyawan selaku ketua umum ormas Balawangi dalam klarifikasinya mengatakan, bahwa nama Solehudin memang dulu pernah menjabat sebagai ketua umum ormas balawangi, Masa baktinya sudah selesai pada tahun 2021, kemudian telah dilakukan pergantian kepemimpinan.

“Atas nama Solehudin pernah menjabat sebagai ketua umum Balawangi pada periode 2018-2021, masa baktinya sudah berakhir setelah itu sudah tidak lagi, saat ini status keanggotaannya juga Non aktif” ucapnya.

Agus menghimbau kepada seluruh instansi swasta maupun Pemerintah dan masyarakat di Banyuwangi, jika ada oknum yang mengaku Balawangi, mohon segera kordinasi dengan pengurus pusat ormas Balawangi, untuk mempertanyakan tugas dan status keanggotaanya.

“kami menghimbau kepada pihak instansi swasta maupun pemerintah dan juga masyarakat khusunya di kabupaten Banyuwangi, jika ada oknum yang mengaku anggota balawangi mohon segera kordinasi dengan pengurus pusat untuk menanyakan kebenaran tugas dan status keanggotannya”, Terangnya.

Masih lanjutnya, seluruh anggotanya dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA) yang aktif masa berlakunya dan apabila ada penugasan dilapangan pihaknya menyertakan surat tugas.

“Kami tidak pernah menugaskan anggota balawangi kegunung Salakan untuk kawal team survey Perusahaan Tambang, bahkan isu yang berkembang dimasyarakat balawangi akan mensterilkan keberadaan masyarakat disana, saya tegaskan itu kabar Hoax,” tegasnya.

Ia menambahkan, berkaitan dengan rencana penambangan Gunung Salakan kami enggan berkomentar banyak, kami akan selalu mendukung investasi di kabupaten Banyuwangi yang kondusif dan Mensejahterakan rakyat.

“Terkait polemik Rancana penambangan emas di Gunung Salakan, saya tak mau berkomentar banyak, menurut saya pihak investor perlu membuka pintu dialog dengan masyarakat, pendekatan-pendekatan secara humanis dan budaya itu yang penting dan perlu dilakukan.” Tutupnya.(hartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *