Daerah  

BKKBN Merangkul Mahasiswa Untuk Cegah Stunting

TROL, Sumenep – Universitas Bahaudin Mudhary Madura (Uniba) dinilai kampus yang layak dalam membantu pencegahan kasus stunting di Kabupaten Sumenep, menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)

Kepala BKKBN Pusat Hasto Hardoyo mengatakan, perguruan tinggi yang peka terhadap pembaharuan, dan kegiatan sosial, adalah kampus dengan tagline Tera’ Ta’ Adamar ini, salah satunya upaya pencegahan stunting.

“Mahasiswa terlibat untuk kasus stunting merupakan langkah tepat dalam mengampanyekan pencegahannya, apalagi Uniba sudah menjadi kampus yang sering datang dan melakukan penelitian ke desa-desa,” kata Hasto Hardoyo saat Dialog Nasional dengan tema Peran Mahasiswa Peduli Stunting (Maha Penting) Dalam Pencegahan Stunting, di Auditorium Uniba Madura Sumenep, Selasa (13/9).

Diharapkan, Uniba yang berkomitmen ikut aktif mendukung program pencegahan stunting harus disambut bersama-sama oleh seluruh kampus di Madura khususnya di Kabupaten Sumenep, bahkan saling berangkulan menjadi pelopor pencegahan stunting.

“Kami berharap dengan dilakukannya MoU antara Uniba dengan Dinas Kesehatan, semakin memicu semangat untuk bergotong royong mencegah stunting,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengungkapkan, selama ini, Uniba sangat apresiasi, bahkan sering mendukung kegiatan-kegiatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kami mengakui Uniba sangat mendukung dalam mewujudkan program pembangunan di Kabupaten Sumenep ini,” paparnya.

Bahkan, selain persoalan stunting, pemerintah daerah merasa dibantu meringankan beban komunikasi dengan pemerintah pusat untuk merealisasikan program, misalnya Uniba membantu upaya desa mandiri.

“Yang jelas, pencegahan stunting bukan pertama kali MoU, namun juga pernah dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),” imbuhnya.

Sementara Rektor Uniba Madura Rachmad Hidayat mengatakan, selama ini, pihaknya memang peduli kepada kasus stunting, yakni membantu mengedukasi kepada masyarakat terkait pencegahannya.

“Kami sudah merencanakan KKN Tematik, materi kuliah KB, sesuai komitmen dengan pemerintah baik daerah maupun pusat,” pungkasnya.

Dialog bertema peran mahasiswa penting dalam pencegahan stunting yang dilaksanakan di Uniba, dihadiri seribu lebih mahasiswa dari perwakilan beberapa kampus, bahkan dihadiri pula oleh Ketua Yayasan Qudsiyah Bahaudin Mudhary Achsanul Qosasi sebagai pembicara. (Hartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *