Pemdes Krosok Bangun Jalan Usaha Tani Sebagai Realisasi Program Ketahanan Pangan

Foto: Pembangunan jalan usaha tani berupa rabat beton di dusun Tambak desa Krosok.

TROL, Tulungagung- Program ketahanan pangan dan hewani masih sebagai salah satu prioritas penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2023. Alokasi dana untuk program ini minimal sebesar 20 persen dari dana desa yang diterima. Kegiatan yang termasuk dalam program ketahanan pangan dan hewani meliputi seluruh kegiatan sub bidang pertanian dan peternakan, kegiatan pemeliharaan, pembangunan, rehabilitasi, peningkatan atau pengerasan jalan usaha tani.

Dalam upaya melaksanakan dan merealisasikan program ketahanan pangan dan hewani, Pemerintah Desa (Pemdes) Krosok, kecamatan Sendang- Tulungagung mengalokasikan anggaran kegiatan pembangunan jalan usaha tani.

Kepala desa Krosok, Susanto mengatakan pembagunan jalan usaha tani area persawahan desa Krosok ini bertujuan untuk mempermudah akses transportasi bagi petani. “Ini juga sebagai perwujudan amanat Perpres Nomor 104 Tahun 2021 tentang ketahanan pangan dan hewani, yaitu sebanyak 20 persen dari dana desa,” ucap Susanto, Senin (19/6).

Susanto melanjutkan pembangunan jalan usaha tani menggunakan dana desa tahap kedua tahun 2023. “Lokasinya berada di dusun Tambak RT 02 RW 02 dengan panjang 340 meter, lebar 1,5 meter, dan tinggi 10 centimeter,” paparnya. “Pembangunan menggunakan rabat beton, karena selain lebih kuat dan lokasinya berada di area pegunungan,” imbuhnya.

Susanto berharap dengan mudahnya akses transportasi bagi petani, dapat mengurangi biaya produksi berupa ongkos angkut hasil pertanian yang sebelumnya diangkut secara manual bisa diangkut dengan kendaraan bermotor. (jk)

Respon (1)

  1. Wah, komodo itu benar-benar hewan yang menarik ya! Makanannya bervariasi banget, dari bangkai hingga mangsa hidup. Kemampuan mereka dalam berburu dan menyerang mangsa juga luar biasa. Tapi yang paling seru, cara mereka menelan mangsa dengan mencabik-cabik daging dan menelannya bulat-bulat. Itu benar-benar aneh! Tapi harus hati-hati juga, jangan sampai komodo tersedak saat makan. Proses pencernaannya yang lambat membuat mereka hanya perlu makan beberapa kali setahun. Sungguh fenomenal bagaimana komodo bisa bertahan hidup dengan pola makan seperti itu. Komodo juga punya ritual membersihkan wajah setelah makan, mirip manusia yang nggak suka dengan bau ludahnya sendiri. Hewan yang menarik dan misterius, komodo memang layak mendapat perhatian kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *