TROL, Tulungagung – Setelah dilakukan visitasi rumah sakit oleh tim eksternal untuk memastikan kualitas dan standar operasional rumah sakit beberapa bulan yang lalu. RSUD Campurdarat dr. Karneni dengan bangga mengumumkan keberhasilan dalam proses pengajuan peningkatan kelas dari Tipe D menjadi Tipe C. Hasil visitasi dan telusur yang ketat, namun konstruktif telah menunjukkan progres positif dan disetujui untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Keberhasilan RSUD Campurdarat dr. Karneni menuju peningkatan kelas ini tak lepas serangkaian persiapan internal yang matang, culminating pada momen visitasi dan telusur lapangan oleh tim gabungan yang berdedikasi.
Tim tersebut terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Provinsi Jawa Timur, LARSI (Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia), serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung.
Proses visitasi diawali dengan pemaparan profil rumah sakit, capaian-capaian penting, serta visi untuk menjadi rumah sakit Tipe C oleh direksi RSUD Campurdarat dr. Karneni dan kepala unit pelayanan.
Tim penilai memberikan panduan awal mengenai aspek-aspek yang akan menjadi fokus utama selama telusur. Selain itu, tim penilai tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen administratif dan perizinan, tetapi juga secara langsung meninjau kondisi fisik fasilitas rumah sakit, termasuk instalasi gawat darurat, ruang rawat inap, poliklinik, instalasi bedah sentral, laboratorium, radiologi, farmasi, hingga unit-unit penunjang lainnya.
Interaksi langsung dengan staf medis, paramedis, dan tenaga penunjang juga menjadi bagian penting dari proses ini, di mana tim penilai mengobservasi alur pelayanan, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur, serta responsivitas terhadap kebutuhan pasien. Setiap sudut RSUD, mulai dari kebersihan lingkungan hingga ketersediaan peralatan medis, dievaluasi secara cermat.
Pada akhir rangkaian visitasi, tim penilai menyampaikan hasil temuan bahwa sebagian besar aspek telah memenuhi standar yang diharapkan. Tim penilai juga memberikan catatan mengenai beberapa kekurangan dan revisi yang perlu segera dilengkapi.
Direktur Utama RSUD Campurdarat dr. Karneni, dr. Rio Ardona, menyatakan masukan ini bukan sebagai penghalang, melainkan sebagai peta jalan yang jelas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta berkomitmen penuh untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut.

“Kami sangat bersyukur atas hasil positif ini dan siap serta akan segera menindaklanjuti semua masukan serta melengkapi kekurangan yang ada. Peningkatan kelas ini adalah langkah besar bagi RSUD kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Tulungagung dan sekitarnya,” ujar dr. Rio Ardona dengan tegas.
Keberhasilan melewati tahap awal visitasi ini merupakan wujud nyata dari kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi seluruh jajaran staf RSUD Campurdarat dr. Karneni.
“Kami optimis bahwa dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, kami dapat segera mewujudkan RSUD Campurdarat dr. Karneni sebagai rumah sakit Tipe C yang modern, terpercaya, dan memberikan pelayanan prima sesuai harapan masyarakat,” tutur dr. Rio Ardona.
Sementara itu, Hendra Ivan Martono Humas RSUD Campurdarat dr. Karneni menjelaskan latar belakang RSUD Campurdarat dr. Karneni berusaha menaikan rumah sakit ke tipe C karena adanya kesenjangan disaat pasien sudah overload.
“Kesenjangan ini terjadi ketika overload pasien, keterbatasan bed/ruangan. Karena saat ini kita kan masih berada di rumah sakit tipe D, dimana rumah sakit tipe D itu mempunyai ketentuan tidak boleh melebihi tempat tidur lebih dari 100. Sedangkan masyarakat mempunyai antusias untuk melakukan perawatan di rumah sakit Campurdarat, sehingga terjadi overload pasien di IGD,” ungkap Hendra, Rabu (11/6).
Hendra menambahkan selama ini bila ada pasien yang membutuhkan pelayanan lebih itensif akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki tempat dan fasilitas yang masih ada.
“Ketika pasien emergency tetap kita layani, tetapi ketika pasien membutuhkan perawatan yang itensif seperti ICU, HCU kita tidak bisa menampung karena keterbatasan ruangan, maka akan kita rujuk ke rumah sakit yang masih memiliki tempat itu. Untuk pasien non emergency bila mendapati IGD penuh kita akan menyarankan ke fasilitas kesehatan lainnya, kalau yang emergency tetap kita pakai prioritas 1, 2 dan 3, jadi pasien kita prioritaskan berdasarkan kasusnya,” paparnya.
Masih menurut Hendra dengan adanya kejadian seperti itu, pihak RSUD Campurdarat dr. Karneni akan memperjuangkan dan melengkapi kekurangan guna mengejar target memperoleh sertifikat rumah sakit tipe C.
“Saat ini kita sedang berjuang melengkapi dokumen, semua revisi akan kita ajukan ke tahap selanjutnya. Target tahun ini, dan kemarin kita mendapat informasi dari provinsi bahwa kita layak ke tipe C, kita hanya membenahi revisi-revisi yang diberikan. Semoga revisi kita segera diterima dan kemudian kita segera diberikan sertifikat tipe C,” pungkas Hendra. (jk)











