Pemkab Kediri Siap Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat, Sediakan Lahan 7,6 Hektar

TROL, Kediri – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito), memberikan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.

Dukungan tersebut diwujudkan dengan penyediaan lahan seluas 7,6 hektar di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, untuk pembangunan sekolah tersebut. Pernyataan ini disampaikan Mas Dhito pada Selasa (15/7) dalam keterangan resmi, setelah sebelumnya berbincang langsung dengan siswa dan wali murid angkatan pertama Sekolah Rakyat Menengah Atas 24 Kediri pada Senin (14/7).

Saat ini, angkatan pertama Sekolah Rakyat menempati Gedung Balai Pengembangan Kompetensi (BPK) aparatur sipil negara (ASN) milik Pemkab Kediri secara sementara. Mas Dhito berharap pembangunan sekolah di lahan yang telah disediakan dapat rampung dan siap digunakan pada tahun kedua operasional sekolah. Ia menekankan bahwa program Sekolah Rakyat, yang saat ini juga beroperasi sementara di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan Pemkab Kediri.

Komitmen Bupati Kediri untuk mengawal program ini sangat kuat. Ia berjanji akan memastikan para siswa yang tinggal di asrama mendapatkan pendidikan dan pengasuhan yang baik.

“Bapak ibu tidak usah khawatir karena program (sekolah rakyat) ini akan saya kawal sepenuhnya,” tegas Mas Dhito.

Sekolah Rakyat ini menampung 100 siswa dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Kediri dan memberikan pendidikan gratis. Mas Dhito berharap program ini dapat membantu mengangkat derajat keluarga siswa di masa depan. Ia pun berpesan kepada para siswa untuk rajin belajar dan membanggakan keluarga.

Salah satu siswa, Andika Dava Dwi Prasetya dari Desa Srumbung, Kecamatan Ngadiluwih, mengaku bersyukur atas kesempatan ini dan berharap dapat meraih kesuksesan di masa depan.

Selain fokus pada pendidikan, Bupati Kediri juga menekankan pentingnya pencegahan bullying dan pendidikan seks usia dini di lingkungan sekolah. Pemeriksaan kesehatan gratis juga dilakukan kepada seluruh siswa pada hari pertama masuk sekolah sebagai langkah deteksi dini penyakit. (Anggik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *