Gus Miftah, Abah H. Sakirun, dan Cak Percil Ramaikan Pengajian Akbar di Nganjuk

TROL, Nganjuk – Suasana khidmat dan meriah menyelimuti acara pengajian akbar dan santunan anak yatim piatu yang berlangsung di rumah H. Kolil pemilik PO. Miko Putra yang beralamat di Pojok Tanjungkalang, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk, Sabtu (19/7).

Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB hingga selesai ini menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif yang sangat dinantikan kehadirannya, yaitu Gus Miftah pendakwah muda yang dikenal dengan gaya ceramahnya yang modern dan dekat dengan anak muda, Abah H. Sakirun,  tokoh agama yang disegani karena kearifannya dan ketawadhuannya, serta Cak Percil Cs, seniman komedian kondang Jawa Timur yang mampu menghibur dengan candaannya yang menyegarkan.

Ribuan warga Nganjuk dan sekitarnya hadir memadati lokasi acara. Mereka dengan khusyuk mengikuti pengajian yang disampaikan oleh Gus Miftah memberikan tausyiah inspiratif tentang pentingnya nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Abah H. Sakirun, dengan tutur katanya yang lembut dan bijak, mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur dan menebar kebaikan. Cak Percil, di sela-sela acara menyampaikan pesan moral melalui lawakan jenakanya, menciptakan suasana cair dan penuh keceriaan.

Acara ini tidak hanya diisi dengan tausyiah, tetapi juga diselingi dengan lantunan sholawat dan hiburan yang menambah keakraban suasana.

Puncak acara adalah santunan kepada anak-anak yatim piatu. Gus Miftah, Abah H. Sakirun, dan Cak Percil secara bergantian memberikan santunan berupa uang dan bingkisan kepada puluhan anak yatim piatu, sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kasih kepada sesama. Suasana haru dan penuh cinta mewarnai momen tersebut, menunjukkan betapa besarnya kepedulian para tokoh tersebut terhadap generasi penerus bangsa.

Acara pengajian akbar ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat Nganjuk. Kehadiran Gus Miftah, Abah H. Sakirun, dan Cak Percil Cs, masing-masing dengan karakter dan keunikannya mampu memberikan semangat dan inspirasi bagi warga. Acara ini juga menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap anak yatim piatu dan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar sesama. (lilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *