foto: anggota Polsek kota nganjuk/ist
TROL,Nganjuk– Para penjual bendera di kawasan perkotaan Kabupaten Nganjuk Jawa Timur menjadi sasaran razia bendera One Piece oleh aparat kepolisian setempat pada Selasa, (5/8).
Hal itu dibenarkan Kepala Kepolisian Sektor Nganjuk, Kompol Jumari.Menurutnya, razia awalnya ditujukan pada masyarakat yang belum memasang Bendera Merah Putih dan dihimbau untuk segera memasang bendera mengingat menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.
Sebenarnya awalnya kita kan juga ada kepedulian terhadap masyarakat, sehingga kita patrol mana-mana wilayah yang tidak memasang bendera merah putih. Kita juga membawa bendera merah putih, kita bantu kasih Bendera Merah Putih yang baru,” kata Kompol Jumari,Selasa, (5/8).
Namun razia meluas pada pedagang bendera untuk mencari keberadaan bendera One Piece yang saat ini menjadi isu nasional. Pihkanya menyampaikan, razia tidak hanya dilakukan pada bendera One Piece, namun juga terhadap peredaran bendera komunitas perguruan silat yang dinilai menjadi pemicu konflik.
“Karena yang berkembang seperti ini, (bendera One Piece) kita sambil coba-coba, iseng-iseng menanyakan bendera apa aja yang dijual. Karena saat ini marak bendera komunitas perguruan juga. Saya sebenarnya juga menghimbau untuk tidak menjual itu. Kemudian juga bendera One Piece yang digembar-gemborkan jadi viral seperti itu, ya kita menghimbau karena itu juga berdampak kurang baik, sehingga kami himbau untuk tidak menjual bendera One Piece,” tegasnya.(lilis)*
*celah.id











