TROL, Kota Blitar – Bertempat di Hotel Santika Blitar Dinas Kesehatan Kota Blitar menggandeng BPOM Kediri untuk menggelar bimbingan teknis (Bimtek) perizinan dan pengelolaan obat, Kamis (6/8). Bimtek ini dalam upaya memperkuat pengawasan dan kualitas layanan kefarmasian di kota Blitar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dharma Setiawan mengatakan bahwa Bimtek ini memfasilitasi para pemilik apotek agar lebih memahami aspek penting dalam distribusi obat, indikasi medis, hingga etika profesi apoteker. Dengan demikian, diharapkan pengelolaan obat yang aman, terjangkau, dan sesuai regulasi sesuai regulasi. Khususnya di apotek dan toko obat.
“Alhamdulillah, peserta yang hadir sangat antusias. Kolaborasi dengan BPOM Kediri ini jadi langkah penting untuk memastikan layanan kefarmasian di Kota Blitar semakin berkualitas,” ucap Dharma.
Menurut Dharma peran apotek dan toko obat tidak hanya sebagai penyedia produk, tetapi juga sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yang paripurna. Untuk itu, dalam bimtek ini juga disampaikan materi teknis pengelolaan dan pengawasan obat oleh Bagus Sriaji, PFM Ahli Muda dari BPOM Kediri. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah pentingnya kolaborasi antara apoteker, tenaga kesehatan, dan instansi perizinan demi menjamin keamanan dan mutu obat yang beredar.
“Kami ingin pastikan peredaran obat di pasar benar benar sesuai kebutuhan pasien dan catatan dokter, sehingga untuk mendukung sistem pelayanan yang tepat kolaborasi baik tenaga apoteker, tenaga kesehatan dan instansi perizinan ini menjadi sangat penting,” ujarnya.
Bimtek ini diikuti 140 peserta dari kalangan apoteker, penanggung jawab toko obat, dan tenaga teknis kefarmasian (TTK) se-Kota Blitar. Para peserta juga mendapat materi perizinan OSS-RBA dari DPMPTSP Kota Blitar dan materi etika profesi dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). (*)
#blitarkota.go.id











