TROL, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk mewujudkan satuan pendidikan yang sehat dan berkualitas. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) yang digelar di Ruang Angling Dharma, Selasa (18/11).
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono menekankan pentingnya pembangunan generasi sehat sejak usia dini. Ia menyoroti perlunya sarana dasar seperti kamar mandi, tempat sampah, MCK, hingga ruang UKS yang memadai sebagai penunjang perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah.
“Orang punya kemampuan setinggi apa pun, kalau tidak sehat, tidak ada manfaatnya,” tegasnya.
Bupati Setyo Wahono menambahkan bahwa upaya menjaga kesehatan di lingkungan belajar tidak bisa dibebankan hanya pada puskesmas, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama guru, sekolah, dan masyarakat.
Rakerda menghadirkan narasumber dari Tim Pembina UKS/M Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro yang memaparkan penguatan tata kelola, strategi implementasi, dan mekanisme pembinaan berkelanjutan di satuan pendidikan.
Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro, Maftukhan, menilai UKS/M memiliki peran strategis dalam menciptakan sekolah yang aman, bersih, dan sehat. Melalui stratifikasi UKS/M, pemerintah dapat memetakan capaian tiap sekolah sehingga pembinaan lebih tepat sasaran.
“Kami terus mendorong regulasi daerah dan penguatan anggaran agar UKS/M semakin optimal. Ini investasi jangka panjang bagi generasi Bojonegoro,” ujarnya.
Kepala Bagian Kesra Bojonegoro, Eko Edy Puryanto, menambahkan bahwa Rakerda tahun ini menitikberatkan pada penguatan tiga pilar UKS/M, pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan peserta didik, serta pembinaan lingkungan sekolah yang aman dan sehat.
“Semoga penguatan UKS/M semakin terintegrasi sehingga mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik baik secara fisik, mental, maupun karakter,” tansasnya. (adi)
#bojonegorokab.go.id











