foto: suku inuit/idn times
TROL,- Suku Inuit merupakan kelompok penduduk asli yang mendiami wilayah Arktik, meliputi Kanada, Greenland, Alaska, dan sebagian wilayah Siberia. Kelompok ini sebelumnya dikenal dengan sebutan Eskimo, meskipun kini istilah Inuit lebih banyak digunakan karena dianggap lebih menghormati identitas dan budaya mereka.
Suku Inuit dikenal luas karena kemampuan adaptasi yang luar biasa terhadap lingkungan Arktik yang ekstrem, dengan suhu sangat rendah, es abadi, dan kondisi alam yang keras.
Selama ribuan tahun, masyarakat Inuit mengembangkan berbagai inovasi untuk menunjang kelangsungan hidup. Salah satu penemuan penting adalah kano dan perahu kecil yang dirancang khusus untuk perairan dingin dan berlapis es. Perahu ini memungkinkan mereka berburu hewan laut serta berpindah tempat secara efisien dan aman.
Selain itu, Inuit juga dikenal sebagai pencipta kacamata hitam paling awal di dunia. Kacamata ini dibuat dari tulang atau gading hewan, dengan celah sempit yang berfungsi mengurangi silau akibat pantulan cahaya matahari di permukaan salju dan es.
Dalam hal tempat tinggal, suku Inuit memiliki teknik unik membangun iglo dari balok-balok salju yang dipadatkan. Iglo digunakan sebagai tempat berlindung sementara dan dirancang untuk menahan angin serta menjaga suhu di dalamnya tetap hangat. Untuk melindungi tubuh dari cuaca ekstrem, mereka juga mengenakan pakaian tebal yang terbuat dari kulit hewan, yang dirancang agar tetap hangat dan fleksibel saat bergerak.
Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Inuit disebut Inuktut, yang terdiri dari berbagai dialek dan menjadi bagian penting dalam pelestarian identitas budaya mereka. Kehidupan sosial dan budaya Inuit sangat erat hubungannya dengan alam, terutama laut, es, dan hewan Arktik yang menjadi sumber utama pangan dan bahan kebutuhan hidup. Seni ukir dari tulang, batu, dan gading, serta tradisi lisan berupa cerita rakyat, legenda, dan nyanyian, masih dilestarikan hingga kini sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi.
Keberadaan suku Inuit tidak hanya mencerminkan ketahanan manusia dalam menghadapi alam yang ekstrem, tetapi juga menunjukkan bagaimana pengetahuan tradisional dapat berkembang menjadi solusi cerdas yang relevan hingga masa modern. (*)
#dari berbagai sumber











