foto: embung desa duwel kecamatan kedungadem/bojonegorokab.go.id
TROL, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menuntaskan pembangunan sembilan embung di sejumlah kecamatan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan menjaga ketersediaan air baku bagi sektor pertanian. Seluruh proyek tersebut telah mencapai progres fisik 100 persen.
Kepala Bidang Air Baku dan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro, Bungku Susilowati, mengatakan embung-embung tersebut dibangun di lokasi strategis yang tersebar di Kecamatan Kasiman, Padangan, Ngasem, Sumberrejo, Kedungadem, Sugihwaras, dan Balen.
Dalam pelaksanaannya, beberapa embung mencatat kapasitas tampungan yang melebihi perencanaan awal. Hal ini terjadi karena optimalisasi lahan di sekitar lokasi pembangunan. Embung di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, misalnya, mampu menampung air hingga 8.204 meter kubik. Sementara embung di Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras, menjadi yang terbesar dengan volume tampungan mencapai 8.718 meter kubik.
Capaian signifikan juga terlihat pada pembangunan embung di Kecamatan Kedungadem, yang meliputi Desa Duwel Paket 1, Desa Duwel Paket 2, serta Desa Kedungadem. Ketiga lokasi tersebut memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kapasitas tampungan air di wilayah selatan Bojonegoro.
“Seluruh paket pekerjaan pembangunan embung sudah selesai 100 persen. Kami berharap embung ini dapat segera dimanfaatkan masyarakat, terutama untuk mendukung pengairan lahan pertanian saat debit air sungai menurun,” ujar Bungku.
Adapun sembilan embung yang telah selesai dibangun berada di Desa Ngaglik (Kasiman), Desa Banjarejo (Padangan), Desa Ngasem (Ngasem), Desa Mlinjeng (Sumberrejo), Desa Duwel Paket 1 dan Paket 2 serta Desa Kedungadem (Kedungadem), Desa Siwalan (Sugihwaras), dan Desa Kedungdowo (Balen).
Dengan beroperasinya sembilan embung tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap produktivitas pertanian meningkat serta risiko gagal panen akibat kekeringan dapat ditekan. (adi)
#bojonegorokab.go.id











