TROL, Sumenep – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep Arif Firmanto, baru-baru ini panen bawang dengan dihadiri oleh Bupati Sumenep Ach. Fauzi dalam program UPLAND pengembangan Bawang merah tahun 2021 yang terletak di Desa Basoka Kecamatan Rubaru Sumenep Jawa Timur.
Menurut Arif Program tersebut program Upland pembibitan bawang yang merupakan dana hibah tahun anggaran 2021.
UPLAND sendiri merupakan kegiatan pertanian yang komprehensif, mulai dari pengembangan on-farm sampai off-farm. Program ini dibentuk demi meningkatkan kapasitas, inovasi, serta pendapatan petani.
Program UPLAND memiliki beberapa tujuan. Tujuan pertama adalah meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani di daerah dataran tinggi
Kedua, mengembangkan sistem agrobisnis dan menguatkan sistem kelembagaan.
Ketiga adalah membangun sentra pembibitan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana budidaya benih modern
Namun sayangnya bawang yang dipanen saat itu yang dipamerkan pada masyarakat merupakan bawang milik petani warga basoka (perorangan) bukan milik Poktan yang dimaksud dalam program UPLAND pengembangan Bawang merah.
Hal itu diketahui setelah adanya pengakuan dari sejumlah warga Basoka yang mengatakan bahwa bawang yang dipanen waktu itu bukan hasil tanam dari bibit Program Pemerintah untuk Poktan, melainkan milik Perorangan dari petani Basoka.
Maka jika dikonfrontir, hal itu dinilai bahwa kepala dinas pertanian telah membodohi masyarakat dan dianggap membohongi publik
Menurut warga Basoka bibit bawang dari UPLAND program hiba yang disampaikan kepada kelompok dinilai gagal sebelum ditanam
Hal itu sempat menjadi perbincangan di tengah masyarakat, “ada apa dengan bibit bawang bantuan tersebut sehingga Kepala Dinas terkait membohongi masyarakat?”
“Kalau yang dikunjungi bupati itu memang panen raya mas, tapi itu bukan milik poktan hanya diakui milik Poktan dia cuma cari nama dan pencitraan, bawang itu milik pribadi itu setiap tahun memang panen orangnya karena bibitnya sendiri memang bagus bawangnya besar-besar hanya waktu itu di akui milik kelompok, kalau yang poktan gagal sebelum ditanam mas”, jelas warga dengan bahasa madura ke awak media (12/3)
Tak hanya itu, warga Kecamatan Rubaru menyampaikan bahwa bibit bawang yang seharusnya 25 kg kepada setiap penerima poktan itu malah gak sampai 25 kg
Sementara Arif saat dihubungi media ini melalui telepon genggamnya tidak dijawab. (hartono)











