foto: ilustrasi
TROL, Tulungagung – Terbangun dimalam hari dalam keadaan ketakutan setelah bermimpi buruk adalah hal yang mengerikan. Lebih mengerikan lagi jika mimpi buruk itu datang setiap hari dan membuat tidur tidak nyenyak.
Mimpi sebenarnya merupakan manifestasi dari pengalaman, perbuatan, aktifitas, dan percakapan yang dialami seseorang. Besar kemungkinan mimpi juga berasal dari imajinasi, perasaan takut, dan kekhawatiran seseorang terhadap sesuatu.
Menurut Sleep Fondation, mimpi buruk lebih sering terjadi selama kondisi REM atau Rapid Eye Motion yaitu dimana tahap tidur terhubung dengan mimpi yang intens. Selama bermimpi buruk detak jantung menjadi lebih kencang karena merasa apa yang terjadi di mimpi benar-benar nyata. Kemudian peraaaan cemas, takut, dan waspada muncul setelah terbangun.
Mimpi buruk bisa disebut sejenis gangguan tidur yang bernama parasomnis. Penyebabnya dapat berupa hal-hal berikut ini:
1) Segala bentuk emosi yang terbangun sebelum tidur dapat menentukan kualitas tidur seseorang. Mimpi buruk biasanya berasal dari emosi sesorang yang belum selesai entah itu perasaan marah, takut, atau sedih.
2) Stres berlebihan, trauma masa lalu, dan gangguan kesehatan mental lainnya.
3) Mengonsumsi minuman beralkohol akan membuat tubuh menjadi tidak nyaman. Tidak hanya membuat mimpi buruk alkohol juga bisa membuat gangguan tidur berupa mimpi yang tidak wajar dan kecemasan.
4) Konsumsi obat-obatan tertentu juga berpengaruh pada kualitas tidur. Obat-obatan tertentu bisa meningkatkan aktivitas otak dan cemas dimalam hari sehingga rentan mendapatkan mimpi buruk
5) Pengaruh bacaan atau tontonan sebelum tidur. Aktifitas yang memberi efek seram dapat masuk ke alam bawah sadar dan menyebabkan mimpi buruk. (*)











