foto : bupati bojonegoro setyo wahono menerima hadiah lukisan dari siswa SLB/bojonegorokab.go.id
TROL, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan inklusif dan pemenuhan hak penyandang disabilitas melalui peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang digelar di Pendopo Malowopati Bojonegoro, Selasa (2/12). Acara tahun ini mengangkat tema “Kita Wujudkan Pendidikan Partisipatif Menuju Masyarakat Bojonegoro yang Inklusif”.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro tersebut diikuti peserta didik pendidikan khusus dari 13 Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tersebar di 12 kecamatan, hadir bersama orang tua dan pendamping. Berbagai penampilan ditampilkan, termasuk pertunjukan tari yang dibawakan anak-anak dengan keterbatasan pendengaran sebagai bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi kreativitas dan prestasi.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, guru, dan pendamping yang selama ini mendukung proses tumbuh kembang anak-anak penyandang disabilitas.
“Dengan tekun dan sabar beliau-beliau ini mengarahkan anak didiknya. Terima kasih,”
ucap Bupati Setyo Wahono.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen memperluas akses pendidikan inklusif sekaligus meningkatkan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan belajar bagi penyandang disabilitas.
“Keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi. Mereka adalah inspirasi bagi kita semua. Kami terus memperkuat akses pendidikan inklusif dan peningkatan fasilitas SLB,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos Bojonegoro, Agus Susetyo, menambahkan bahwa peringatan HDI menjadi momentum untuk memperkuat kesetaraan hak, partisipasi, dan kesempatan bagi penyandang disabilitas agar menjadi bagian dari pembangunan daerah.
Sepanjang tahun 2025, Dinsos telah menyalurkan berbagai program pendukung, meliputi:
● Bantuan sosial penyandang disabilitas berat: 2.250 penerima.
● Bantuan sosial disabilitas umum: 7.493 penerima.
● Bantuan sosial disabilitas produktif: 40 penerima.
● Program Kewirausahaan Disabilitas: 60 penerima.
● Bantuan alat bantu mobilitas dari Dinsos Provinsi Jawa Timur: 100 unit.
Agus mengakui masih terdapat penyandang disabilitas yang belum terpenuhi hak dasarnya, termasuk administrasi kependudukan.
“Kami menyadari masih banyak penyandang disabilitas yang belum mendapatkan hak dasar, bahkan mungkin belum memiliki identitas. Ini menjadi komitmen kami untuk terus mendata dan memastikan seluruh penyandang disabilitas memperoleh bantuan yang layak,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan bahwa setiap warga, tanpa terkecuali, memiliki ruang untuk berkembang, berkarya, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah. (adi)
#bojonegorokab.go.id











