TROL, Bojonegoro – Kericuhan dalam pelaksanaan Olimpiade Matematika tingkat SD/MI di Gedung Serbaguna Bojonegoro pada Minggu (7/12) mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Pemkab berencana mempertemukan seluruh pihak terkait untuk mencari solusi pada Selasa (9/12).
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, langsung memanggil Ketua Panitia Olimpiade yang juga pemilik Saryta Management, Ita Purnamasari, beberapa jam setelah kejadian. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas keluhan para orang tua peserta terkait ketidakjelasan pelaksanaan kegiatan.
Wabup menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat harus ditangani secara cepat dan tepat. Ia menilai penyelenggara telah lalai karena tidak melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama yang memiliki kewenangan dalam pendidikan dasar dan madrasah.
“Penyelenggara salah, karena tidak berkoordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan dan Kepala Kemenag,” ucapnya.
Pemkab juga menyoroti lebih dari 1.300 peserta yang belum dapat mengikuti olimpiade meski telah membayar biaya pendaftaran Rp55.000 per anak. Wabup meminta penyelenggara bertanggung jawab, termasuk mengembalikan biaya peserta jika hak mereka tidak terpenuhi.
“Yang terpenting harus dikembalikan karena ada hak yang belum diperoleh,” tegasnya.
Diketahui, Olimpiade Matematika SD/MI tersebut terhenti sebelum selesai dan berujung ricuh, sehingga panitia memutuskan menghentikan pelaksanaan kegiatan. (adi)
#bojonegorokab.go.id











