Pemkab Bojonegoro Panggil Penyelenggara, Bahas Pengembalian Dana Pasca Kericuhan Olimpiade Matematika

TROL, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memanggil sejumlah pihak terkait untuk membahas penyelesaian kericuhan pada Olimpiade Matematika tingkat SD/MI yang digelar pada Minggu (7/12).

Kericuhan yang terjadi pada sesi pertama pascapengumuman juara itu membuat kegiatan terhenti dan ratusan peserta gagal mengikuti olimpiade.

Pertemuan berlangsung Selasa (9/12) di Ruang Setyowati Gedung Lama Pemkab Bojonegoro. Fokus utama pembahasan adalah pengembalian biaya pendaftaran peserta. Penyelenggara, Saryta Management menyatakan siap bertanggung jawab dan mengembalikan seluruh dana yang telah diterima.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menilai panitia melakukan kesalahan mendasar sejak tahap perizinan. Data peserta tidak sesuai dengan pelaksanaan, sementara persiapan dinilai tidak matang.

“Ini jadi pelajaran bagi semua pihak. Keamanan, medis, dan kelayakan kegiatan harus dipastikan,” tegasnya.

Ia memberi tenggat dua minggu bagi panitia untuk merampungkan pengembalian dana, sebelum kasus dilimpahkan ke kepolisian.

Kapolsek Bojonegoro, AKP Agus Elfauzi, mengungkapkan panitia awalnya mengajukan izin untuk 1.000 peserta, namun kemudian menyebut jumlah meningkat menjadi 2.000. Polisi menurunkan 12 personel untuk mengamankan jalan, parkir, dan lokasi kegiatan. Saat kericuhan terjadi, petugas menenangkan massa dan menerima tuntutan pengembalian biaya.

“Jika kegiatan tak sesuai kesepakatan, petugas berhak menghentikan acara,” ucapnya.

Penyelenggara, Ita Puspitasari, menyebut seluruh data peserta dan barang panitia hilang dijarah saat insiden. Meski begitu, ia berkomitmen mengembalikan dana berdasarkan pengajuan dari guru atau sekolah. Ita juga menyanggupi tenggat dua minggu yang diberikan pemerintah.

“Sekitar Rp10 juta sudah kami kembalikan. Untuk peserta mandiri, pembayaran akan dikoordinasikan melalui sekolah,” katanya.

Asisten I Setda Bojonegoro, Djoko Lukito, menilai penyelenggaraan olimpiade tidak profesional dan meminta pengembalian dana dipercepat. Sementara Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Anwar Mukhtadho, menyatakan akan mengirim surat ke seluruh lembaga agar kejadian serupa tidak terulang serta akan menyeleksi soal olimpiade ke depan.

Pertemuan dihadiri Wabup Bojonegoro, Asisten I Setda, Kadisdik, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, perwakilan Kemenag, Kapolsek Kota, serta penyelenggara dari Saryta Management beserta penasihat hukum. (adi)

 

#bojonegorokab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *