Pertemukan SPPG dan Pelaku UMKM Trenggalek, Pemkab Dorong Potensi Lokal

TROL, Trenggalek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengambil langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi lokal dalam menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui agenda Business Matching, Pemkab Trenggalek mempertemukan puluhan pelaku UMKM binaan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Gedung Bhawarasa, Senin (12/1).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan bahan pangan bagi program MBG di wilayah Trenggalek dapat dipenuhi sepenuhnya oleh komoditas asli daerah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Trenggalek, Cusi Kurniawati, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Trenggalek untuk memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan.

Kebutuhan SPPG di Trenggalek sebaiknya dicukupi oleh UMKM lokal yang mempunyai potensi besar di berbagai sektor, namun sayangnya selama ini komunikasi antara SPPG dan UMKM belum sepenuhnya terhubung.

“Pihak SPPG butuh produk tapi tidak tahu di mana mencarinya di Trenggalek, sementara UMKM punya produk tapi bingung ke mana harus menawarkan,” ujar Cusi, Senin (12/1).

Dalam acara tersebut, Pemkab Trenggalek menghadirkan sekitar 90 UMKM binaan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Teknis pertemuan dilakukan dengan membuka meja layanan oleh masing-masing 50 Satuan Pelayanan SPPG.

Pelaku UMKM dari sektor pertanian, peternakan, hingga olahan pangan dipersilakan untuk melakukan presentasi produk secara langsung.

Cusi menyebutkan efisiensi jarak menjadi salah satu target utama dari business matching tersebut.

“Tadi ditemukan contoh menarik, ada peternak telur yang lokasinya sangat dekat dengan SPPG, tapi selama ini SPPG tersebut mengambil pasokan dari luar daerah karena belum terkoneksi,” ucap Cusi.

Untuk itu lah, dari pertemuan tersebut diharapkan ongkos distribusi bisa dipangkas sehingga produk lebih segar dan biaya lebih murah.

“Harapan kita hari ini ada kesepakatan. Kami akan melakukan pendataan dan memonitor perkembangannya secara berkala untuk memastikan kerja sama ini berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Trenggalek,” pungkas Cusi.(*)

#tribun mataram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *