Krisis Mencekik, Wanita Inggris Jadi PSK Demi Makan

foto :krisis ekonomi/ Freepik.com

TROL – Negara Inggris tampaknya benar-benar telah masuk ke jurang resisi. Survei manajer pembelian menunjukan ekonomi Inggris telah memasuki jurang resesi, setelah penurunan nilai poundstering yang mendorong inflasi dan membuat perusahaan enggan untuk berinvestasi.

Seperti dilansir Bisnis dari Bloomberg pada Jumat (23/9), Indikator komposit S&P Global untuk kesehatan sektor swasta turun menjadi 48,4 pada September dari 49,6 pada bulan sebelumnya

Dalam hal ini, ekonom memperkirakan pembacaan indikator tepat di bawah ambang batas yang menunjukkan kontraksi. Angka-angka itu dikombinasikan dengan laporan terpisah yang menunjukkan rekor penurunan kepercayaan konsumen menunjukkan tantangan yang harus dihadapi Perdana Menteri Inggris Liz Truss.

Bahkan, pemerintahnya pada hari yang sama ,menetapkan beberapa langkah-langkah guna mendorong pertumbuhan dan melindungi konsumen dari lonjakan biaya listrik dan gas alam.

Kepala ekonom bisnis di S&P Global Market Intelligence Chris Williamson mengungkapkan ekonomi Inggris kemungkinan sudah masuk dalam jurang resesi.

“Kendala pasokan, melonjaknya harga energi dan kenaikan biaya impor yang terkait dengan melemahnya pound menambah tekanan biaya.” jelasnya seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (23/9).

Mengutip data English Collective of Prostitution, akibat kenaikan biaya hidup banyak dari wanita yang terjun ke dunia prostitusi dan jumlah wanita yang menjadi pekerja seks komersial (PSK) naik menjadi sepertiga dari jumlah biasanya. Kondisi tersebut juga berpengaruh pada meningkatnya angka tunawisma di Inggris.

Tak hanya itu, sektor transportasi di Inggris juga terancam. Bagaimana tidak, lebih dari 2 ribu pengemudi bus di London beserta 600 staf nya di Kent berencana melakukan aksi mogok pekan depan. Pemogokan yang dilakukan pengemudi bus London akan terus berlanjut hingga persoalan tuntutan gaji terselesaikan.

Baca artikel “Krisis Ekonomi Inggris: Ribuan Sopir Bus Mogok Kerja, Banyak Wanita Jadi PSK

Hampir 11 juta orang sekarang menunggak tagihan mereka sementara lebih dari 5 juta orang tidak memiliki makanan. Demikian bunyi penelitian terbaru yang mengungkapkan orang Inggris melewatkan makan ‘hanya untuk menyalakan lampu’.
Mengutip laporan The Guardian, Kamis (22/9), diperkirakan 20 persen orang dewasa Inggris, atau 10,9 juta orang, menunggak satu atau lebih tagihan rumah tangga. Menurut laporan Money Advice Trust, angka ini naik 3 juta sejak Maret.

Berdasarkan survei badan amal Opinium terhadap 2 ribu orang dewasa Inggris pada bulan Agustus, ditemukan bahwa 5,6 juta telah kehilangan makanan dalam tiga bulan terakhir sebagai akibat dari krisis biaya hidup.

Saking beratnya biaya hidup, hampir 8 juta orang telah menjual barang pribadi atau rumah tangga untuk membantu membayar tagihan.

Joanna Elson, kepala eksekutif badan amal itu, mengatakan jaminan harga energi pemerintah telah meredakan ketakutan akan kenaikan tagihan di masa depan. Sayang, jutaan kerusakan sistem keuangan di tingkat rumah tangga sudah terlanjur terjadi.

“Banyak rumah tangga sudah menghadapi pilihan yang tidak mungkin, seperti makan mana yang harus dilewati hanya untuk menyalakan lampu,” kata Elson. Badan amal itu meminta pemerintah untuk menggunakan anggaran minggu ini untuk memberikan dukungan yang ditargetkan bagi mereka yang berpenghasilan terendah.

Badan amal itu menemukan bahwa banyak rumah tangga tidak punya ruang gerak yang tersisa dalam anggaran mereka untuk mengatasi kenaikan harga-harga dan biaya hidup. Terungkap, 41 persen responden mengaku telah memotong semua pengeluaran yang tidak penting.

Penelitian menunjukkan bahwa kenaikan harga energi yang tinggi membuat jutaan orang kesulitan lantaran biaya energi kini jadi tidak terjangkau. Faktanya, sekitar 10,7 juta orang telah melihat tagihan energi mereka naik £ 100 atau lebih sebulan sejak April.

Satu dari sembilan responden mengatakan, mereka sudah menunggak tagihan energi, sementara jumlah yang sama mengatakan pemasok energi mereka telah meningkatkan biaya atau tagihan bulanan mereka ke tingkat yang tidak mampu mereka bayar.

Lonjakan biaya energi berarti lebih banyak orang meminjam uang untuk mencoba memenuhi kebutuhan. Badan amal itu memperkirakan bahwa lebih dari 15 juta orang harus menggunakan kredit untuk membayar kebutuhan pokok, sementara satu dari 10 harus meminjam uang dari keluarga atau teman.(winarto dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *