Gubernur Khofifah Segera Turunkan Tim Ahli Dalam Penanganan Tanah Longsor Desa Depok

foto : gubernur jatim khofifah indar parawansa saat meninjau tanah longsor di desa depok kecamatan bendungan

 

TROL, Trenggalek – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa rencanakan menurunkan tim ahli dari Universitas Brawijaya, Malang. Hal ini dilakukan setelah Gubernur Khofifah melihat langsung lokasi tanah longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.

Keberadaan tim ini diperuntukkan untuk melakukan identifikasi lahan di sekitar dilokasi longsor, sejauh mana kerawanannya. Ditakutkan oleh Gubernur Khofifah terdapat aliran-aliran air di bawah tanah sehingga membahayakan warga di sekitar. Dengan menurunkan tim ini diharapkan titik-titik rawan bisa teridentifikasi dengan baik sehingga warga lain di sekitar lokasi yang masuk zona rawan bisa ikut direlokasi.

“Ini nanti Pak Bayu Kadis PUSDA akan membawa tim dari Brawijaya yang punya alat cukup canggih untuk bisa mendeteksi titik-titik mana yang diindikasikan di bawahnya masih ada aliran-aliran air. Karena kalau kita melihat jalan, tadi sudah ada yang mulai retak,” ucap Khofifah di lokasi longsor, Kamis (22/5).

Lanjut Gubernur Khofifah, bendera semapore sebagai tanda daerah yang rawan-rawan longsor. Sehingga semua relawan akan mengetahui titik mana yang menjadi rawan longsor.

“Maka dengan peralatan yang dimiliki oleh Universitas Brawijaya, semua bisa mitigasi lebih tepat lagi, titik-titik mana yang harus dilakukan kewaspadaan,” ucapnya.

Mengingat diatas masih banyak rumah, tim secara terpadu melakukan identifikasi yang menjadi titik-titik rawan, dan akhirnya warga berkenan untuk direlokasi.

“Hari ini memang titik-titik relokasi sedang di identifikasi. Supaya berseiring dengan mata pencaharian masyarakat. Kalau mereka mendapatkan titik relokasi tidak terlalu jauh dari tempat mereka mendapatkan mata pencaharian bisa memungkinkan bisa segera dibangun,” papar Gubernur Jatim.

Gubernur Khofifah juga menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap untuk membangunkan hunian di tempat yang baru. Fokus sementara adalah melakukan proses identifikasi di titik mana sebenarnya yang terkonfirmasi masyarakat yang tertimbun dengan menggunakan anjing pelacak.

“Mohon doa semuanya, semoga diberikan kemudahan untuk identifikasi warga yang hari ini sedang diupayakan oleh Pak Kapolres untuk dilakukan identifikasi oleh anjing pelacak. Dan Tim Inavis sudah datang untuk melakukan identifikasi melakukan pencarian,” tutupnya. (*)

 

#prokopim.trenggalekkab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *