foto: nelayan di pelabuhan ikan samudera lampulo/rri
TROL,Banda Aceh – Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Dr. Rakhimah Khairi Isfani, ST., M.Eng, menyampaikan bahwa sektor perikanan di Aceh menyimpan potensi investasi besar, terutama dalam perikanan tangkap, budidaya, serta pengolahan hasil laut. Hal ini diungkapkannya dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Jumat (20/6).
Menurut Rakhimah, salah satu kebutuhan mendesak saat ini adalah modernisasi armada kapal tangkap. “Kita belum memiliki kapal perikanan yang dilengkapi sistem pendingin langsung di dalamnya. Padahal teknologi ini sangat penting agar ikan tetap segar sampai ke darat, tanpa harus bergantung pada es batu seperti selama ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, kapal dengan sistem pendingin internal dapat menjadi peluang investasi besar, karena langsung menyasar efisiensi dan kualitas hasil tangkapan. “Ini bagian dari modernisasi armada yang sangat dibutuhkan dalam waktu dekat,” tegas Rakhimah.
Selain armada, investasi di alat tangkap ramah lingkungan juga menjadi kebutuhan utama. Teknologi alat tangkap yang lebih selektif dan minim dampak terhadap ekosistem laut kini makin dibutuhkan seiring kampanye keberlanjutan sektor perikanan.
Pada subsektor budidaya, Rakhimah menyoroti pentingnya pengembangan teknologi, mulai dari penyediaan broodstock (indukan), bibit unggul, hingga pakan berbasis teknologi. Menurutnya, inovasi dalam hal ini akan mendorong produktivitas dan efisiensi petani ikan di Aceh.
“Untuk pengolahan, kita sudah punya beberapa pabrik di Kutaraja, seperti unit pembekuan. Tapi kita masih butuh investasi lebih besar untuk industri hilir seperti pengalengan ikan, fillet, hingga produk olahan lainnya,” kata Rakhimah.
Namun, ia menekankan bahwa pengembangan industri pengolahan membutuhkan upaya besar dan penguasaan teknologi, karena sifat usahanya tidak mudah dan tidak murah. “Skala usaha pengolahan di Aceh masih terbatas. Maka kita butuh investor yang memiliki modal, visi bisnis, dan teknologi,” ujarnya.
Dengan potensi kelautan yang melimpah, dan pelabuhan strategis di pesisir barat Aceh, Rakhimah optimis jika investasi terus digalakkan, perikanan Aceh dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan.(rri.co.id)











