foto :i-stock
TROL,- Era tahun 500 M hingga 1500 M terutama di Eropa orang-orang membuang wadah berisi kotoran manusia melalui jendela.
Mendengar kata toilet tentu pikiran kita akan langsung tertuju aktivitas wajib harian yang tak mungkin bisa dilewatkan. Yaa..buang hajat, baik itu buang air kecil atau buang air besar.
Saat ini toilet mudah dijumpai termasuk dikawasan publik,taman ,stasiun dan sebagainya ,termasuk dalam moda transportasi modern seperti bus antar kota, pesawat.
Sejarah Toilet
Toilet kuno ditemukan oleh para arkeolog pada penggalian kota kuno Mohenjodaro ( peradaban lembah sungai Indus 2500 SM). Parit-parit di kota Mohenjodaro adalah salah satu contoh model kloset pertama di dunia. Mereka membuat tempat buang hajat umum dari tanah liat yang terhubung ke saluran pembuangan berupa parit-parit di dalam kota.
Peradaban Romawi kuno yang dimulai 753 SM juga sudah mengenal toilet umum. Hanya saja toilet pada masa itu tidak memiliki sekat, masyarakat di masa itu menggunakannya bersama-sama. Bentuknya berupa bangku panjang yang menempel di sepanjang tembok ruangan dan dengan lubang pembuangan di bagian tengahnya. Di masa itu toilet layaknya tempat nongkrong favorit, orang beramai-ramai menunaikan hajat masing-masing sambil membicarakan berbagai hal mulai dari kehidupan sehari-hari, urusan bisnis, hobi sampai urusan politik.
Masyarakat Romawi kuno asyik ngobrol di toilet umum sambil memegang Tersoria.
Tersoria adalah batang kayu dengan spon diujungnya sebagai alat cebok toilet umum yang digunakan secara bersama-sama.
Sementara itu kastil-kastil Eropa pada abad ke-11 memiliki toilet yang disebut Garderobe. Bentuknya agak menjorok keluar yang dibuat di beberapa laintai kastil, terdapat lubang pembuangan yang diteruskan dengan saluran vertikal menuju tanah atau parit di bawahnya. Hanya saja Garderobe ini kemudian menjadi problem ketika sering dimanfaatkan musuh jadi akses masuk untuk menyelinap ke dalam kastil.
Garderobe Pada Kastil di Eropa
Pada tahun 1971 persoalan buang hajat menjadi persoalan serius di London, Inggris. Karena padatnya penduduk maka banyak orang yang tinggal di rumah susun. Mereka buang air besar dan buang air kecil menggunakan pispot, isi pispot kemudian dibuang ke parit atau karena repot harus naik turun tangga untuk membuang kotoran, mereka akhirnya membuang isi pispot lewat jendela.
Lingkungan yang kotor tersebut menyebabkan mereka terserang wabah penyakit. Akhirnya dibuatlah undang-undang yang isinya “Barang siapa membuang tinja dari jendela, harus membayar denda sebesar empat shilling”
Namun undang-undang tersebut tetap tidak dapat mengubah penduduknya sehingga menyebabkan wabah Pes dan Kolera melanda. Bahkan pada tahun 1849 wabah ini menewaskan 14 ribu jiwa, kemudian tahun 1854 menewaskan 10 ribu jiwa dan tahun 1866 menelan korban 5 ribu jiwa.
Perkembangan Toilet di Indonesia
Negara kita baru mengenal toilet di abad ke-19. Sebelum ada toilet, ya buang hajat di kali, kolam ikan, atau mengeduk tanah di pekarangan belakang rumah bagi warga desa.
Di jaman VOC sebelum abad ke-19 pun dipercaya belum ada atau belum umum dijumpai sebuah toilet. Dapat kita lihat di gedung2 bekas VOC di abad itu seperti gedung museum Sejarah DKI Jakarta di jalan Fatahillah 1, yang dulunya digunakan sebagai kantor pemerintahan pun tidak kita jumpai ruang toiletnya.
Warga kota Batavia buang hajatnya menggunakan ember, kalau malam di buang di sungai karena peraturan pemerintah Hindia Belanda melarang buang hajat di sungai di siang hari untuk menghindari pencemaran sungai.
Sayangnya peraturan itu berimbas pada kesehatan orang di dalam rumah karena harus menyimpan feses itu seharian di rumah, alhasil penyakit seperti disentri dan malaria pun sudah tidak asing di waktu itu.
Toilet di Lawangsewu Yang Dipuji Pangeran Charles
Baru setelah abad 19 pemerintah Hindia Belanda memperkenalkan WC jongkok untuk masyarakat. Salah satu toilet kuno yang masih bisa dilihat sampai saat ini adalah toilet umum legendaris di gedung Lawangsewu Semarang yang dibangun pada tahun 1902.
Toilet mewah Lawangsewu ini diklaim menjadi yang terbaik di dunia pada jamannya dan dipuji oleh Pangeran Charles.
Penemuan Kloset Modern
Pada tahun 1596, Sir John Harington menemukan kloset bilas. Kloset ini telah menggunakan bejana penampung tinja dan tangki air untuk menyiram, tetapi jenis kloset ini masih menimbulkan masalah bau tak sedap.
Konsep Flush Toilet
Pada tahun 1775, Alexander Cummings menemukan kloset bilas tak berbau yang disebut Valve Closet. Rahasianya adalah dengan menggunakan saluran pembuangan leher angsa atau mirip huruf S. Bentuk ini membuat air menggenang di leher angsa tersebut, dan menghalangi keluarnya bau kotoran. Kemudian tahun 1889, Bostell membuat kloset bilas yang disebut Wash Down dan mirip seperti yang ada sekarang.(*)
sumber: griyasatria.co.id











