Forum Kiai NU Jawa Ancam Bentuk PBNU Tandingan, Dorong H. Rhoma Irama Jadi Tokoh Pemersatu

foto:forum kiai NU jawa saat konferensi pers di bandung/angkapan layar/mcsnewsupdate

TROL,Jakarta – Forum Kiai Nahdlatul Ulama (NU) Jawa menyatakan akan membentuk kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tandingan apabila Musyawarah Luar Biasa (MLB) tidak digelar dalam waktu tiga bulan ke depan.

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Kiai NU Jawa, Faris Fuad Hasyim dalam konferensi pers di Bandung, Jawa Barat, dikutip di Jakarta, Sabtu (13/12).

Faris menilai langkah tersebut akan ditempuh jika dalam batas waktu tiga bulan tidak tercapai kesepakatan dan tidak ada penyelenggaraan MLB.

Muktamar PBNU 2026 Setelah Idul Adha, Momentum Penting Tata Kembali Organisasi dan Jadi Forum Konsolidasi

“Apabila dalam waktu tiga bulan ke depan tidak ada kesepakatan dan tidak terselenggaranya MLB, maka Forum Kiai NU Jawa akan mengambil langkah-langkah darurat berupa pembentukan PBNU tandingan sebagai wadah konsolidasi NU kultural,” kata Faris.

Menurut Faris langkah darurat tersebut merupakan upaya terakhir untuk menyelamatkan NU. Di mana, saat ini terjadi stagnasi akibat konflik internal yang memperebutkan kursi kekuasaan.

“Langkah ini ditempuh sebagai ikhtiar terakhir untuk menyelamatkan NU dari stagnasi konflik internal dan penyimpangan orientasi perjuangan,” ujarnya.

Mantan Ketum PBNU Sebut Izin Tambang untuk Ormas Diduga “Jebakan” Jokowi

Selain itu, Forum Kiai NU Jawa juga mengundang tokoh-tokoh NU kultural untuk terlibat aktif dalam upaya penyatuan jemaah. Tokoh-tokoh tersebut dinilai memiliki legitimasi moral dan basis kultural yang luas di akar rumput.

Faris menyebut salah satu tokoh yang diharapkan dapat terlibat adalah H. Rhoma Irama, bersama ulama dan budayawan NU kultural lainnya.

“Forum Kiai NU Jawa berkomitmen mengajak berbagai tokoh karismatik NU kultural, termasuk di antaranya H. Rhoma Irama, serta sejumlah ulama dan budayawan yang memiliki legitimasi moral dan basis kultural luas,” tuturnya.

Faris berharap keterlibatan para tokoh tersebut mampu memperkuat gerakan penyatuan seluruh pihak, termasuk akar rumput NU.

“Mereka diharapkan mampu memperkuat gerakan penyatuan di akar rumput dan mengembalikan NU sebagai kekuatan moral bangsa,” tuturnya.(*)

 

* inilah.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *