foto: trol/yusrizal
TROL,Lhokseumawe — Meunasah Blang Peuria, kecamatan Samudera, kabupaten Aceh Utara, yang sempat dipenuhi lumpur akibat banjir, kembali bersih dan layak digunakan untuk beribadah. Pemulihan rumah ibadah tersebut merupakan hasil kerja bakti personel Polres Lhokseumawe yang dilakukan sejak Kamis dan berlanjut hingga Jumat pagi, (19/12).
Memasuki hari kedua pembersihan, aparat kepolisian memusatkan kegiatan pada bagian dalam meunasah serta area lingkungan sekitar bangunan. Fokus utama diarahkan pada sisi kiri dan kanan meunasah yang sebelumnya tertutup endapan lumpur tebal akibat luapan banjir.
Hingga Jumat sekitar pukul 11.30, kondisi Meunasah tampak lebih bersih dan tertata. Lumpur yang semula mengganggu aktivitas ibadah telah disingkirkan, sehingga masyarakat dapat kembali memanfaatkan meunasah dengan nyaman.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., melalui Wakapolres Kompol Salmidin, S.E., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polres Lhokseumawe terhadap masyarakat terdampak banjir, khususnya dalam upaya pemulihan rumah ibadah.
“Pada awalnya lumpur menutup sisi kiri dan kanan bangunan meunasah. Alhamdulillah, setelah dilakukan pembersihan, kini sudah bersih dan dapat digunakan kembali oleh masyarakat untuk beribadah dengan lebih khusyuk,” ujar Salmidin.
Apresiasi atas kegiatan tersebut datang dari warga setempat. Ketua pemuda Gampong Blang Peuria menilai kerja bakti yang dilakukan Polres Lhokseumawe sangat membantu masyarakat pascabanjir. Ia menyampaikan terima kasih kepada Kapolres dan seluruh personel yang terlibat langsung di lapangan.
“Kami mengapresiasi kepedulian Polres Lhokseumawe yang turun langsung membersihkan rumah ibadah. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan semoga menjadi amal kebaikan bagi seluruh personel,” katanya.
Pembersihan Meunasah Blang Peuria ini menjadi bagian dari upaya Polres Lhokseumawe dalam membantu pemulihan lingkungan pascabencana. Kehadiran Polri tidak hanya terlihat dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam mendampingi masyarakat menghadapi dampak bencana serta memperkuat hubungan sosial di tingkat gampong. (yusrizal)











