foto: trol/yusrizal
TROL, Bireuen — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memfungsikan Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Sabtu, (27/12). Jembatan darurat tersebut menjadi penghubung sementara setelah jembatan permanen rusak akibat banjir bandang pada akhir Nopember lalu.
Jembatan Bailey sepanjang 63 meter dengan lebar 4 meter dan tinggi 4 meter itu dirakit oleh prajurit TNI dari Zidam Kodam Iskandar Muda dan Zipur 16. Proses perakitan didukung BUMN PT Adhi Karya serta kontraktor lokal PT Krueng Meuh. Peresmian jembatan ditandai dengan prosesi peusijuek dan penyerahan santunan kepada anak yatim.
Direktur Pembangunan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Rakhman Taufik, mengatakan pembangunan jembatan darurat dilakukan untuk memulihkan akses transportasi utama yang terputus akibat banjir pada 27 Nopember 2025.
“Alhamdulillah, hari ini Jembatan Bailey Krueng Tingkeum sudah siap dan dapat dilintasi kendaraan,” kata Rakhman kepada wartawan.
Rakhman menegaskan, jembatan tersebut memiliki keterbatasan kapasitas. Karena itu, kendaraan yang melintas dibatasi dengan muatan maksimal 30 ton. Selain itu, sistem lalu lintas diberlakukan buka-tutup untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan konstruksi jembatan.
“Kami meminta seluruh pengguna jalan mematuhi batas muatan agar jembatan ini tetap aman digunakan sampai jembatan permanen selesai dibangun,” ujarnya.
Bupati Bireuen, Mukhlis, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurut dia, Jembatan Krueng Tingkeum memiliki peran strategis karena menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan sejumlah daerah lain di Aceh.
“Terputusnya jembatan ini berdampak luas, bukan hanya bagi Bireuen. Dengan difungsikannya jembatan darurat ini, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik kembali berjalan,” kata Mukhlis.
Wakil Kepala Zidam Iskandar Muda, Surya Adi Primawan, mengatakan prajurit TNI menyelesaikan perakitan jembatan Bailey dalam waktu 14 hari. Percepatan dilakukan karena jalur tersebut merupakan akses utama aktivitas masyarakat dan distribusi barang.
Sebelumnya, banjir bandang dan tanah longsor merusak jembatan permanen di lokasi tersebut hingga terputus total. Kondisi itu mengganggu arus transportasi, aktivitas ekonomi, serta distribusi barang dan jasa di jalur Bireuen–Lhokseumawe.
Pemerintah berharap pengoperasian Jembatan Bailey Kutablang dapat menjadi solusi sementara sembari menunggu pembangunan jembatan permanen secara menyeluruh. ( yusrizal )











