foto:trol/yusrizar
TROL, Banda Aceh — Di tengah upaya pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh, Yayasan Bakrie Amanah kembali mengulurkan tangan. Melalui program bantuan kemanusiaan tahap II, lembaga filantropi ini menyalurkan dukungan senilai 150 juta ke sejumlah daerah, mempertegas komitmen mereka untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat yang membutuhkan. Senin (29/12)
Bantuan tahap kedua ini melengkapi penyaluran sebelumnya dengan nilai yang sama, sehingga total bantuan Bakrie Amanah untuk Aceh kini mencapai 300 juta. Fokus utama bantuan diarahkan pada penguatan distribusi logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar warga di wilayah yang aksesnya tidak mudah dijangkau.
Di Aceh Tengah, Bakrie Amanah bekerja sama dengan Save Gayo menyalurkan bantuan berupa bio solar dan BBM Pertamax. Dukungan ini ditujukan untuk menopang kebutuhan transportasi dan sarana komunikasi, dua elemen krusial dalam memastikan logistik kemanusiaan dapat menjangkau daerah-daerah terpencil di kawasan pegunungan.
Sementara itu, di Kabupaten Pidie Jaya dan Bener Meriah, bantuan sembako disalurkan melalui Posko Bersama Masyarakat Sipil Aceh yang berpusat di Banda Aceh. Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pangan pokok seperti mi instan, beras, ikan sarden, dan minyak goreng—bekal sederhana yang diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak dalam situasi sulit.
Muhammad Nur, salah satu narasumber dari Yayasan Bakrie Amanah, menyebutkan bahwa bantuan ini dirancang agar dapat menjawab kebutuhan paling mendesak di lapangan. “Total bantuan yang disalurkan mencapai 300 juta, berupa sembako, dukungan transportasi, serta alat komunikasi. Kami berharap bantuan ini dapat mempercepat distribusi logistik dan membantu masyarakat bertahan di masa pemulihan,” ujarnya.
Yayasan Bakrie Amanah menegaskan bahwa langkah ini bukan yang terakhir. Ke depan, mereka berkomitmen untuk terus bersinergi dengan organisasi kemanusiaan dan jaringan masyarakat sipil, memastikan setiap bantuan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memberi dampak nyata bagi warga Aceh yang sedang bangkit dari bencana. (yusrizal)











