TROL, Aceh Utara – Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., memimpin apel dan gotong royong massal pemulihan pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Utara, Selasa (6/1).
Kegiatan tersebut melibatkan ribuan aparatur sipil negara (ASN), PPPK, dan PPPK paruh waktu dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Gotong royong difokuskan pada percepatan penanganan dampak bencana hidrometeorologi.
Dalam arahannya, Ismail A. Jalil yang akrab disapa Ayahwa menegaskan seluruh ASN disiagakan untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak, khususnya kecamatan dengan kerusakan terparah.
“ASN siap diterjunkan ke wilayah terdampak, terutama Kecamatan Langkahan dan beberapa kecamatan lainnya, untuk mempercepat pemulihan pascabanjir,” kata Ayahwa.
Gotong royong dilakukan dengan membersihkan lumpur di permukiman warga, fasilitas umum, perkantoran pemerintah, puskesmas, sekolah, serta lembaga pendidikan keagamaan.
Kecamatan Langkahan menjadi salah satu wilayah terparah terdampak banjir bandang. Ribuan ASN dikerahkan membersihkan kantor kecamatan, fasilitas kesehatan, sekolah, serta dayah atau pesantren.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara, Muhammad Yunus, S.Hi., mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi bupati untuk mempercepat pemulihan dayah pascabanjir.
“Hari ini Tim Peduli Dayah bersama ASN melakukan pembersihan di Dayah Darul Aman, Gampong Tanjung Dalam Selatan, Kecamatan Langkahan,” ujarnya.
Hingga Selasa (6/1/), sebanyak 101 dari 211 dayah yang terdampak banjir telah kembali aktif. Namun, pemulihan masih terkendala ketebalan lumpur dan kerusakan sarana prasarana.
“Kami masih membutuhkan alat berat serta bantuan kasur, perlengkapan belajar, Al-Qur’an, dan kitab-kitab pelajaran,” kata Muhammad Yunus.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyatakan akan terus melanjutkan upaya pemulihan hingga seluruh aktivitas masyarakat dan lembaga pendidikan kembali normal. (rizal)











