foto: pelatihan kesiapsiagaan pmi bojonegoro/bojonegorokab.go.id
TROL, Bojonegoro – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur melalui PMI Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat. Salah satunya melalui Program SIAP SIAGA Fase II yang didukung oleh Australian Red Cross dan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.
Program ini berlangsung dari tanggal 8-14 Januari 2026 dan diawali dengan Pelatihan Dasar Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat Berbasis Masyarakat yang diikuti 50 peserta dari Desa Sumbangtimun, Kecamatan Trucuk dan Desa Mulyorejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.
Koordinator Program SIAP SIAGA Fase II, Wahyu Theo Alfian, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam peningkatan kapasitas layanan PMI saat Tanggap Darurat Bencana (TDB).
“Kegiatan ini merupakan upaya penguatan kualitas dan kapasitas layanan PMI saat tanggap darurat bencana. Pendekatannya dilakukan secara terpadu dengan mengatasi penyebab, risiko, serta dampak kekerasan, diskriminasi, dan pengucilan,” ujar Wahyu.
Ia menjelaskan, pelatihan berbasis masyarakat ini membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan penanggulangan bencana, mulai dari pengurangan risiko bencana, tanggap darurat, hingga pemulihan dini.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga mampu berperan aktif sebagai pelaku kesiapsiagaan dan respons bencana di wilayahnya masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bojonegoro Ahmad Hernowo, melalui Bendahara PMI Nova Nevilla Rodhi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada IFRC, PMI Pusat, serta seluruh mitra atas dukungan yang diberikan. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas layanan kemanusiaan PMI di Bojonegoro,” tuturnya.
Ia berharap para peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat menjadi ujung tombak penerapan standar minimum layanan berkualitas, baik pada saat tanggap darurat bencana maupun pascabencana.
“Ke depan, peserta pelatihan diharapkan mampu menjadi penanggung jawab dalam pelaksanaan layanan berkualitas saat tanggap darurat maupun pascabencana,” pungkasnya.
Program SIAP SIAGA Fase II diharapkan mampu memperkuat ketangguhan masyarakat sekaligus meningkatkan kesiapan PMI dalam memberikan layanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan inklusif. (adi)
#bojonegorokab.go.id











