foto: MER-C buka layanan mobile clinic/trol/rizal
TROL, Aceh Utara — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) membuka layanan mobile clinic sejak 18 Desember 2025 untuk memberikan pelayanan kesehatan darurat bagi penyintas banjir di Kabupaten Aceh Utara.
Layanan tersebut digelar di sejumlah gampong terdampak banjir sebagai respons atas terganggunya akses fasilitas kesehatan. “Intervensi ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan dasar pascabencana,” kata Penanggung Jawab Health Emergency Operational Center (HEOC) Aceh Utara, Dr. Maidar, MKes, Rabu, (14/1).
Menurut Maidar, pelayanan mobile clinic difokuskan pada pemeriksaan kesehatan umum, penanganan penyakit infeksi pascabanjir, layanan kesehatan ibu dan anak, serta identifikasi dan rujukan kasus kegawatdaruratan. Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Ira Hadiati selaku Penanggung Jawab MER-C Aceh dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta fasilitas kesehatan setempat.
Pada fase awal, MER-C memprioritaskan kelompok rentan yang kesulitan mengakses layanan kesehatan. “Mobile clinic menjadi solusi sementara di tengah keterbatasan fasilitas akibat bencana,” ujar Ira.
Hasil pemantauan lapangan menunjukkan meningkatnya kebutuhan rujukan medis, terutama di 11 kecamatan wilayah timur Aceh Utara. Temuan tersebut dibahas dalam koordinasi bersama Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara Abdurrahman, SKM, MSi, Direktur RS dr. Zainoel Abidin dr. Adnani, serta HEOC Aceh Utara.
Direktur RS dr. Mukhtar Hasbi, dr. Adnani, menyebut kehadiran mobile clinic membantu menekan beban layanan primer, namun sekaligus memperlihatkan keterbatasan kapasitas rumah sakit rujukan. “Banyak kasus memerlukan penanganan lanjutan. Tanpa penguatan rumah sakit rujukan, risiko keterlambatan penanganan gawat darurat tetap tinggi,” katanya.
Hal senada disampaikan Abdurrahman. Ia menegaskan perlunya kesepakatan lintas sektor untuk memperkuat sistem rujukan kesehatan. “Kegiatan MER-C memberi gambaran nyata kondisi lapangan. Penguatan rumah sakit rujukan, sarana, dan SDM kesehatan menjadi kebutuhan mendesak, khususnya di wilayah timur Aceh Utara yang rawan bencana,” ujarnya.
MER-C menilai layanan mobile clinic tidak hanya berfungsi sebagai respons darurat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mengidentifikasi kebutuhan sistem kesehatan pascabencana. Lembaga tersebut menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah daerah dalam memperkuat rumah sakit rujukan sebagai bagian dari strategi pemulihan jangka menengah dan panjang.
“Respons darurat harus diikuti perbaikan sistem. Penguatan rujukan adalah kunci agar masyarakat tidak kembali menjadi korban pada bencana berikutnya,” kata Ira. (rizal)











