foto: peresmian sppg desa ngampel
TROL, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Sabtu (7/2). SPPG ini ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis.
Peluncuran SPPG Ngampel dihadiri Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, M.H., unsur Forkopimca Mejayan, perangkat desa, pihak sekolah, warga sekitar, serta relawan dapur umum.
Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, M.H. mengatakan, jumlah SPPG di Kabupaten Madiun terus bertambah. Hingga awal Februari 2026, sekitar 40 SPPG telah beroperasi dari target 52 unit.
“SPPG Ngampel diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan total 2.936 penerima manfaat,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan program SPPG bergantung pada kolaborasi seluruh pihak dan kepatuhan terhadap regulasi. Menurutnya, seluruh program, termasuk Makan Bergizi Gratis, harus dilaksanakan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Jika semua taat regulasi, program akan berjalan dengan baik,” tegasnya.
Kepala SPPG Ngampel, Irma Eka Yuanasari, menyampaikan bahwa penerima manfaat berasal dari Desa Ngampel, Desa Bangunsari, serta wilayah terjauh di SD Mejayan 1. Sasaran layanan meliputi siswa, guru, serta kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di Desa Ngampel.
Terkait pengelolaan lingkungan, Irma menjelaskan bahwa limbah cair dapur dikelola melalui dua unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Air hasil olahan IPAL sudah dalam kondisi bersih,” katanya.
Sementara itu, sisa makanan dipilah dan ditimbang sebelum dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai pakan ternak. Bahan baku makanan disuplai melalui koperasi yayasan, sedangkan tenaga kerja dan relawan mayoritas berasal dari masyarakat sekitar Kecamatan Mejayan.
Peluncuran SPPG Ngampel diharapkan memperkuat layanan pemenuhan gizi sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program pemerintah di tingkat desa. (*)
#prokopimkabmadiun











