TROL, Madiun – Bupati Madiun, Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Senin (9/3). Kegiatan tersebut dilakukan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memastikan pasokan pangan tetap aman serta harga tetap stabil di pasaran.
Pemantauan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan mengunjungi empat lokasi strategis, yakni Pasar Sayur Caruban, Operasi Pasar di halaman Pendopo Ronggo Djoemeno, penggilingan padi Bongsopotro di Saradan, serta gudang logistik Alfamart di Kaligunting, Mejayan.
Menurut Bupati Madiun, kegiatan pemantauan ini merupakan agenda rutin pemerintah daerah menjelang Lebaran untuk memastikan harga kebutuhan pokok tidak mengalami lonjakan signifikan yang dapat memberatkan masyarakat.
“Pemantauan ini kita lakukan untuk memastikan stok bahan pokok aman dan harga tetap terkendali menjelang Hari Raya Idul Fitri, sehingga masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga,” tutur Bupati Hari Wuryanto.
Saat meninjau Pasar Sayur Caruban, ia menyebut sebagian besar harga komoditas masih relatif stabil dan berada dalam batas wajar. Namun demikian, harga cabai merah keriting masih tergolong tinggi.
“Yang paling tinggi tadi cuma cabai merah saja ya. Cabai keriting sekitar Rp90 ribu per kilogram, masih cukup tinggi. Kalau komoditas yang lain alhamdulillah masih terjangkau dan standar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kenaikan harga cabai diduga dipengaruhi faktor cuaca yang berdampak pada produksi, serta meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga, Pemerintah Kabupaten Madiun menggandeng Perum Bulog guna memastikan ketersediaan stok bahan pokok seperti beras, gula, telur, dan minyak goreng di sejumlah titik distribusi.
Selain itu, dalam pelaksanaan Operasi Pasar di Pendopo Ronggo Djoemeno, petugas juga memberlakukan pembatasan pembelian bagi masyarakat guna mencegah aksi pembelian dalam jumlah besar oleh spekulan maupun tengkulak.
“Kita juga memberlakukan pembatasan pembelian di operasi pasar supaya tidak ada yang memborong dalam jumlah besar. Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah siap menampung aspirasi para pedagang, khususnya terkait kebutuhan perbaikan infrastruktur pasar.
“Kami juga menerima masukan dari para pedagang terkait kondisi pasar. Ini akan menjadi perhatian pemerintah daerah agar ke depan fasilitas pasar bisa semakin baik,” pungkasnya. (*)
#prokopimkabmadiun











