TROL, Pacitan – Bupati Indrata Nur Bayuaji membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pacitan tahun 2027 di Pendopo Kabupaten, Selasa (17/3).
Kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring itu diikuti perwakilan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari DPRD, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga unsur masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya forum Musrenbang sebagai ruang strategis untuk menyelaraskan usulan pembangunan lintas sektor.
“Forum yang baik dan penuh berkah ini dijadikan momentum sebaik-baiknya untuk menyatukan dan menyamakan pandangan usulan untuk Pacitan yang sama-sama kita cintai,” ujar Bupati.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antar-stakeholder menjadi kunci dalam merumuskan program pembangunan yang tepat sasaran.
“Kita perlu memastikan setiap usulan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Pacitan mencatat pertumbuhan ekonomi yang baik dan relatif merata.
“Pertumbuhan ini didorong oleh sektor primer seperti pertanian dan perikanan, serta meningkatnya aktivitas transportasi dan pergudangan,” jelasnya.
Menurutnya, tingginya kunjungan ke daerah yang dikenal dengan julukan 70 Mile Sea Paradise juga turut memberikan kontribusi terhadap geliat ekonomi daerah.
“Peningkatan kunjungan wisata menjadi salah satu faktor penting yang ikut menggerakkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Akhmad Jazuli, menilai Pacitan mampu mengelola potensi daerah secara optimal, khususnya di sektor pariwisata.
“Meski tergolong daerah kecil, Pacitan mampu menunjukkan kinerja yang baik dalam pengelolaan potensi daerah, terutama sektor pariwisata,” tuturnya.
Ia menambahkan, kinerja ekonomi daerah juga ditopang oleh sektor ketenagakerjaan yang stabil. Hal ini tercermin dari rendahnya tingkat pengangguran terbuka (TPT).
“Rendahnya TPT menunjukkan daya serap tenaga kerja lokal yang optimal serta produktivitas masyarakat yang tinggi,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan masih adanya tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Rendahnya IPM menjadi sinyal penting untuk melakukan percepatan peningkatan sumber daya manusia guna mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” pungkasnya. (*)
#pacitan
#prokopimpacitan











