foto : petugas IKF RSUD dr Iskak dan Inafis Polres tulungagung evakuasi jenazah sringatin, selasa(3/6)
TROL, Tulungagung – Sringatin (70) warga desa Kromasan, kecamatan Ngunut, Tulungagung tewas tertabrak kereta api Malabar di jalur kereta api terpental hingga 25 meter desa Pulosari, kecamatan Ngunut, Selasa (3/6).
Panit Lantas Polsek Ngunut, Tulungagung Iptu Thomas Hari Wibowo mengatakan, insiden kecelakaan terjadi di jalur kereta api antara Stasiun Sumbergempol dan Ngunut di Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut pada Selasa pagi.
“Korban adalah SGT (70) warga desa Kromasan, kecamatan Ngunut. Rumahnya itu di selatan area persawahan selatan rel kereta api,” kata Iptu Thomas
Petugas Intalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD dr Iskak bersama Unit Inafis Polres Tulungagung harus bekerja ekstra.Mereka harus mencari bagian tubuh korban yang tercecer karena benturan keras dengan kereta api.
Thomas mengatakan, korban tertabrak kereta api Malabar dari Bandung ke Malang, sekitar pukul 4.55 .
“Masinis yang melaporkan kejadian ini ke Daop 7 Madiun. Laporan ini lalu diteruskan ke Stasiun Tulungagung,” jelas Thomas.
Kecelakaan terjadi di jalur kereta api yang ada di tengah kawasan persawahan.Jaraknya sekitar 500 meter dari rumah korban.
“Yang aneh bagi warga, korban ini dalam keadaan sakit. Mau jalan ke kamar mandi saja dia susah,” ungkap Thomas.
Diduga Sringatin keluar dari rumah saat masih gelap dan tidak diketahui oleh keluarga maupun warga.
Karena kesulitan berjalan, nenek ini diperkirakan ngesot. Hal ini diperkuat dengan adanya bekas tanaman padi yang rusak, bekas lewatnya korban.
“Jadi dia tidak lewat jalan biasanya, melainkan lewat petak tanaman padi. Ada bagian tanaman padi yang rusak,” tambahnya
Tubuh korban ditemukan tertelungkup diantara tanaman padi yang belum berbuah.
Berdasar hasil olah TKP, dari titik awal benturan ke lokasi penemuan tubuh korban berjarak sekitar 25 meter.
Diperkirakan tubuh korban tertabrak dari arah belakang hingga terpental dan jatuh ke area persawahan.
“Korban dikenali dari kain jarik yang dikenakan, itu seragam yasinan warga setempat,” ucap Thomas.
Jenazah korban sempat dibalik sehingga memudahkan identifikasi.
Anak angkat korban memastikan, jenazah korban tertabrak kereta api itu memang Sringatin
Jenazah korban dievakuasi ke IKF RSUD dr Iskak untuk prosedur identifikasi serta pemulasaraan.(*)











