Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung Sukses Kawal Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1446 H dengan Ketersediaan Hewan Kurban Sehat

foto : pelaksanaan pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban selama hari raya idul adha 1446 h

 

TROL, Tulungagung – Kinerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung patut mendapat apresiasi dalam mengawal ketersediaan hewan kurban yang sehat pada Hari Raya Idul Adha 1446 H yang baru saja berlalu.

Upaya yang dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung dalam rangka memberikan kenyamanan masyarakat mengkonsumsi daging baik sebelum dan sesudah Hari Raya Idhul Adha dengan memantau kesehatan hewan ternak yang berada di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung Ir. Mulyanto, S. Pt., M.M., melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan (Kesmavet dan Kesrawan) Ir. Eersthanty Novelita, S.Pt., MP., mengatakan sudah melakukan pemantauan hewan ternak selama 3 bulan sebelum Hari Raya Idhul Adha.

“Hari Raya Idhul Adha kemarin memang bisa dikatakan gawenya Dinas Peternakan, jadi kita khususnya dari Kesmavet sudah mulai sejak awal Maret hingga Mei melakukan pemantauan ketersediaan ternak yang ada baik dipasar hewan dan lapak-lapak. Saat Hari Raya Idul Adha, kita semua tim Dinas Peternakan yang meliputi 7 Puskeswan dan staf serta karyawan Dinas Peternakan terjun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan baik itu ante-mortem maupun postmortem,” ungkap Tanty sapaan akrabnya, Selasa (10/6).

Masih menurut Tanty, pemeriksaan hewan dilakukan sebelum disembelih maupun setelah disembelih. Hal ini guna memastikan daging hewan kurban layak dikonsumsi oleh masyarakat.

eersthanty novelita kabid kesmavet dan kesrawan dinas peternakan dan kesehatan hewan tulungagung

“Jadi kalau ante-mortem itu pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih, layak atau tidak disembelih, cacat atau tidak, sedangkan postmortem terdiri karkas, jeroan baik itu hati, limpa, paru itu layak dikonsumsi atau tidak,” tuturnya.

Tanty menjelaskan selama pemeriksaan masih ditemukan cacing pita pada hewan ternak namun masih dalam tahap kewajaran dan dapat ditoleransi.

“Alhamdulillah selama ini tidak ada yang istilahnya sampai dimusnahkan, masih bisa ditoleransi. Jadi cukup dibuang bagian yang ada cacingnya,” jelasnya.

Selama pemantauan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung tidak menemukan hewan kurban yang bermasalah mengenai kesehatan.

“Dari laporan tim dilapangan tidak ada penemuan kejadian yang parah, karena mungkin peternak sendiri sudah mengerti dan bisa memilih bagaimana hewan kurban yang sehat,” ujar Tanty.

Tanty berharap pada pelaksanaan Idul Adha tahun depan para peternak bisa memelihara hewan ternak yang sehat untuk bisa dikonsumsi masyarakat Tulungagung.

“Peternak diharapkan setelah kembali beraktifitas memelihara dan memilih hewan ternak yang sehat. Kemudian daging-daging kurban maksimal 5 jam harus di salurkan dan kemasan harus higienis untuk menjaga masyarakat Tulungagung agar tetap sehat,” pungkas Tanty. (jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *