foto:pelabuhan krueng geukeuh /pemprov aceh/mc
TROL, Banda Aceh – Pemerintah Aceh terus mematangkan persiapan pembukaan konektivitas maritim jalur laut dari Krueng Geukueh (Aceh) ke Penang (Malaysia) sebagai bagian dari strategi memperkuat perdagangan internasional dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, Muhammad Alqadri, pada Selasa (15/7), menegaskan bahwa peluncuran jalur pelayaran ini bukan sekadar seremoni, melainkan harus dibarengi dengan kesiapan komoditas unggulan dari Aceh untuk diperdagangkan secara berkelanjutan.
“Kita tidak ingin setelah launching selesai, lalu kapal berhenti beroperasi karena tidak ada muatan. Komoditas yang akan diangkut ke Penang menjadi faktor krusial bagi keberlanjutan jalur ini,” ujar Alqadri.
Menurutnya, sinergi antarsektor seperti perindustrian, perdagangan, perikanan, dan pertanian sangat dibutuhkan agar ekspor produk Aceh melalui jalur laut ini dapat berlangsung secara rutin. Dishub Aceh juga telah mengajak seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan para pelaku usaha untuk terlibat aktif dalam mendukung program tersebut.
“Jangan sampai kita sudah siapkan kapal, pelabuhan, dan perizinannya, tapi tidak ada barang yang dikirim. Itu justru akan membuang-buang dana operasional,” tambahnya.
Alqadri juga menyampaikan bahwa proses koordinasi lintas kementerian sedang berlangsung. Kepala Dinas Perhubungan Aceh dijadwalkan bertolak ke Jakarta sore ini untuk membahas lebih lanjut dengan pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI terkait pelaksanaan teknis pelayaran internasional ini.
Rencana pembukaan jalur laut Aceh–Penang ini diharapkan menjadi peluang besar bagi ekspor komoditas unggulan Aceh, seperti kopi, kakao, kelapa, pinang, karet, dan produk perikanan, sekaligus memperkuat posisi strategis Aceh di jalur perdagangan regional Asia Tenggara.(*)
*rri











