Dari Dermaga ke Pegunungan, Bantuan Banjir Disalurkan ke Bener Meriah dan Takengon

foto: trol/yusrizal

TROL, Kreung Geukuh — Bantuan logistik bagi korban banjir di wilayah dataran tinggi Bener Meriah dan Aceh Tengah (Takengon) terus disalurkan melalui pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara, Minggu, (28/12). Distribusi dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) bekerja sama dengan TNI dan BPBD kabupaten/kota terdampak.

Sejumlah bantuan yang tiba di pelabuhan tersebut berupa beras, mi instan, air mineral, minyak goreng, telur, dan ikan sarden. Logistik disimpan sementara di gudang posko BPBA sebelum didistribusikan menggunakan truk dan, untuk wilayah yang terisolasi, melalui jalur udara.

Salah satu bantuan berasal dari PT Kencana Hijau Bina Lestari yang diserahkan langsung oleh Mayjen (Purn) TNI Sunarko, mantan Pangdam Iskandar Muda. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak banjir di kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.

“Dalam perjalanan dari Banda Aceh ke Lhokseumawe, masih banyak warga yang tinggal di tenda pengungsian. Dampak banjir tidak berhenti saat air surut,” kata Sunarko di sela penyerahan bantuan.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBA, Abdul Aziz, S.H., M.Si., mengatakan Pelabuhan Krueng Geukuh berfungsi sebagai titik transit sementara. Seluruh bantuan yang masuk harus segera disalurkan ke daerah tujuan.

“Ini bantuan masyarakat, prinsipnya tidak boleh tertahan lama. Harus segera didistribusikan,” ujar Abdul Aziz.

Menurut Abdul Aziz, BPBA memprioritaskan wilayah dengan dampak paling parah, antara lain Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Timur. Untuk Bener Meriah dan Takengon, distribusi bantuan masih mengandalkan helikopter TNI karena akses darat belum sepenuhnya pulih.

Dalam satu kali penerbangan, helikopter mampu mengangkut sekitar 500 kilogram logistik. Penerbangan dilakukan secara berulang dari Bandara Malikussaleh, Bandara Rembele, dan Bandara Sultan Iskandar Muda.

Abdul Aziz mengakui kebutuhan pengungsi masih belum terpenuhi secara optimal, terutama memasuki fase tanggap darurat ketiga. Selain pangan, kebutuhan mendesak lainnya meliputi obat-obatan, kasur, dan hunian sementara.

“Kerusakan terjadi di 17 kabupaten/kota. Beban distribusi cukup berat, apalagi Ramadhan sudah semakin dekat,” katanya.

BPBA memastikan seluruh bantuan yang masuk tercatat dan diawasi. Distribusi akan terus dilakukan hingga akses darat pulih dan kebutuhan dasar pengungsi dapat terpenuhi secara merata. (yusrizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *