foto: menkes budi gunadi sadikin
TROL, Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen pemerintah untuk mengeliminasi penyakit kusta di Indonesia pada tahun 2030. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dengan target yang ambisius, yakni tidak ada lagi kasus kusta pada anak pada tahun 2026 dan nol kasus pada orang dewasa pada tahun 2028.
Budi menjelaskan, eliminasi kusta bukanlah hal yang mudah karena berkaitan erat dengan kepatuhan pengobatan. Ia menekankan bahwa penularan kusta sebenarnya dapat dihentikan jika penderita menjalani pengobatan hingga tuntas. “Penularannya bisa ditekan kalau minum obatnya tidak berhenti,” ujarnya di kantor Kemenkes, Kamis (15/1).
Menurut Menkes, strategi utama pemerintah saat ini adalah menemukan kasus sedini mungkin dan langsung mengobatinya. Dalam lima tahun terakhir, khususnya tiga tahun ke depan, fokus diarahkan pada percepatan pengobatan untuk memutus siklus penularan ke masyarakat.
Pengobatan Kusta sendiri menggunakan antibiotik yang harus diminum secara rutin selama 6 bulan, dan dalam beberapa kasus bisa diperpanjang hingga 12 bulan untuk memastikan efektivitas terapi. Menkes mengingatkan bahwa menghentikan pengobatan di tengah jalan justru berisiko memperpanjang penularan.
“Obatnya ada, efektif, tapi harus diminum sampai selesai. Ini yang penting dan sering jadi tantangan,” kata Budi. Ia menegaskan, keberhasilan eliminasi sangat bergantung pada disiplin pasien dan dukungan lingkungan sekitar.
Pemerintah menargetkan Indonesia benar-benar mencapai eliminasi pada tahun 2030, bukan mundur ke tahun 2032 atau 2035. Namun demikian, Budi mengakui target tersebut membutuhkan kerja keras lintas sektor dan partisipasi masyarakat.
Selain pengobatan, Kementerian Kesehatan juga memberikan perhatian besar pada komunikasi masyarakat . Edukasi kepada masyarakat dinilai krusial agar tidak ada stigma, sehingga penderita berani berobat dan tidak menyembunyikan penyakitnya.
“Kita harus bantu juga komunikasinya. Ini penyakit bisa dibudidayakan, sulit menular, dan bisa dieliminasi kalau kita bersama-sama,” ujarnya.
Dengan strategi penemuan kasus aktif, pengobatan menyeluruh, serta komunikasi yang tepat, pemerintah optimistis Indonesia mampu mewujudkan target nol kasus kusta pada anak di tahun 2026, nol kasus dewasa di tahun 2028, dan penghapusan total pada tahun 2030.(*)
*bloomberg technoz











