foto: ist/ dok bpbd tulungagung
TROL, Tulungagung – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Tulungagung, pada periode 1–10 Februari 2026.
BMKG menyampaikan, kondisi tersebut dipicu oleh aktifnya monsun Afrika yang meningkatkan suplai uap air ke wilayah Indonesia. Fenomena ini berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai angin kencang dan petir.
Cuaca ekstrem tersebut berisiko menimbulkan berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang, terutama di daerah dengan topografi curam dan sistem drainase yang kurang memadai.
Menyikapi kondisi ini, masyarakat Kabupaten Tulungagung diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta rutin memantau informasi cuaca resmi yang dikeluarkan BMKG dan BPBD, menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana, serta tidak berteduh di bawah pohon atau bangunan yang berpotensi roboh saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan menyiapkan langkah kesiapsiagaan keluarga guna mengantisipasi kemungkinan keadaan darurat.
BMKG dan BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, serta mengutamakan keselamatan. Apabila terjadi kondisi darurat, masyarakat diminta segera melapor melalui Call Center BPBD Kabupaten Tulungagung 0851 8668 0700. (jk)
Sumber: @bpbd_tulungagung











