TROL,Sumenep – Maraknya galian c ilegal Dikabupaten Sumenep sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya gelar aksi bisu didepan kantor Bupati Sumenep, Jawa Timur (24/3)
Menurut mahasiswa MPR, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dinilai gagal menyikapi persoalan ini dengan maraknya galian c ilegal yang saat ini masih beroperasi diwilayah Kabupaten Sumenep
Tak hanya itu, Para aksi bisu membawa benner yang bertuliskan,“Gak dikasik ngomong sama Ayang, keperkasaan bupati tertimbun perilakunya sendiri, galian C merajalela bupati bisa apa??, gapapa make up luntur asal bukan kebijakan yang luntur, tempat pembangunan aspirasi rakyat, bupati C dan segala permainan, inpone galian C massss, suara kammi hilang karena bupati banyak diam, jika bukan demi kebijakan lebih baik kami rebahan.
Korlap Aksi, M. Faizi dalam press reliasesnya persoalan maraknya galian C ilegal terus menjadi atensi kita, sebab daya rusaknya terhadap alam dan damapk lingkungan sangat besar.
Para aksi merasa kecewa terhadap Bupati Sumenep pasalnya,“soal galian C sudah empat kali diadakan aksi, namun setiap melakukan aksi dirinya tidak pernah ditemui Bupati Achmad Fauzi langsung”, terangnya
Faizi menbahkan, “sampai hari ini seluruh galian C yang beroperasi disumenep hanya ada 2 galian C yang ditutup, itupun yang ditutup hanya diberhentikan sementara yakni di Dusun Pregi, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding”.
Lanjut Faizi, aksi bisu ini sebagai bentuk pesimis kita terhadap Bupati Sumenep Achmad Fauzi, ini juga sebagai jeritan masyarakat kecil agar bupati bisa membaca, sebab daripada teriak-teriak tidak didengar oleh bupati maka kita membentangkan poster-poster keluh kesah saja.
Soal galian C ilegal, Faizi menuding Bupati Achmad Fausi diduga kuat bahwa bupati takut terhadap pengusaha ilegal, hal ini menimbulkan tanda tanya besar ada apa dengan Bupati Sumenep. (hartono)











