Mr. Ball Tempat Hiburan Malam Sering Terjadi Keributan 

Foto: Mr Ball tempat hiburan malam

TROL, Sumenep – Cafe Mr. Ball salah satu tempat hiburan malam yang ada di kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sering terjadi keributan. Belum lama ini terjadi keributan antara oknum anggota TNI AD dan anggota LSM, Peristiwa itu diduga dipicu oleh pengaruh minuman keras (miras).

Menurut Fauzi As, Mr. Ball sudah lama dikenal sebagai tempat peredaran miras dan keributan. “Dari dulu, Satpol PP dan pihak perizinan selalu berkelit untuk menutup Mr. Ball. Apa kurang bukti kalau Mr. Ball jadi sarang miras?” Ujarnya (2/6)

Keributan yang belum lama terjadi membuktikan bahwa hiburan malam dan peredaran miras di kabupaten Sumenep masih bebas.

Saat ini tempat hiburan malam telah menjadi sumber masalah kerusakan moral dan kriminalitas di negeri ini. Sebuah tempat yang saat ini sering kali menjadi tempat pengeksploitasian dan merendahkan harkat wanita.

Dampak terbesar yang muncul dari adanya tempat hiburan malam adalah akan terleburnya nilai-nilai keagamaan, budaya, adat-istiadat, dan kesopanan.

“Saya mengingatkan kepada bupati Sumenep jangan melegalkan tempat hiburan malam yang selalu menjadi ajang keributan, apa lagi tadi malam dia justru menjadi komandan dalam acara DJ di ruang terbuka, publik harus tau bahwa Bupati Fauzi saat mencalonkan dirinya mendaftar di KPU diantar oleh para tokoh kiyai yang berangkat dari masjid Agung, agar prilaku itu tidak dinilai menciderai para ulama, kalau Fauzi mampu memaknai hal itu maka dia tidak akan berperilaku yang membuat para kyai kecewa”. Tambahnya

Padahal Sumenep yang dikenal dengan kota keris ini dulu biasanya mendengar suara orang mengaji dari masjid atau musholla. Sekarang sudah tergantikan dengan suara alat musik yang menghentak ditelinga.

Tak hanya itu, sebagian dari pengunjung tempat hiburan malam tersebut adalah warga dan remaja yang berada disekitarnya. Hal itu tentu saja sangat meresahkan, karena dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap perilaku sosial masyarakat khususnya terhadap anak-anak dan remaja yang ada disekitar lokasi tersebut.

Keberadaan remaja dan masyarakat di saat ini sangat memprihatinkan setelah keberadaan tempat hiburan malam tersebut. Hal ini dapat di lihat dari kondisi masyarakat yang cenderung lebih bebas dan jarang memperhatikan nilai moral dan perilaku yang mereka lakukan.

Tidak ada lagi kebersamaan antar masyarakat, semua menjadi sangat individualis. Sebagian masyarakat menjadi bersifat agresif, emosi tidak stabil dan tidak bisa menahan nafsu. Sering melakukan tindakan yang memicu keributan. Tentunya, hal ini sangat meresahkan warga masyarakat lainnya karena suasana pada malam hari menjadi mencekam dan tidak nyaman.

Keributan yang terjadi di Mr. Ball mengungkap berbagai pandangan dan opini masyarakat terkait peredaran miras dan tempat hiburan malam di Sumenep. Kejadian ini memicu perdebatan hangat tentang moralitas, penegakan hukum, dan regulasi izin usaha di kota tersebut. Diharapkan pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan yang tepat untuk menangani permasalahan ini demi menjaga ketertiban dan moralitas di Sumenep.

 

(hartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *