Aceh  

Pembangunan Bak Penampungan Air Mangkrak, Diduga Proyek Siluman

TROL, Aceh Utara — Sebuah proyek pembangunan bak penampungan air di gampong meunasah cut kecamatan nisam terbengkalai dan belum rampung dikerjakan, meskipun struktur dasar sudah berdiri sejak akhir 2024 lalu. Tak ada papan informasi proyek, tak jelas siapa pelaksana, dan tak ada tindak lanjut pembangunan. Warga pun mencium aroma proyek siluman. (3/5)

Bangunan itu kini lebih mirip reruntuhan yang ditinggal pergi ketimbang fasilitas air bersih. Semak-semak mulai tumbuh liar, sementara warga masih kesulitan mengakses air bersih yang dijanjikan.

“Kami hanya diberi janji, tapi sampai sekarang bangunan ini tidak selesai. Siapa yang mengerjakan pun kami tidak tahu. Tidak ada transparansi,” tegas warga setempat.

Ketiadaan papan proyek melanggar prinsip keterbukaan informasi publik sebagaimana diatur dalam UU No. 14 Tahun 2008, serta memperkuat kecurigaan bahwa proyek ini hanyalah kamuflase pengelolaan anggaran yang tidak akuntabel.

Lebih dari itu, kegagalan penyelesaian proyek ini menjadi tamparan keras bagi prinsip hak atas air bersih sebagaimana tercantum dalam Pasal 28H UUD 1945, yang menjamin hak setiap warga negara atas lingkungan hidup dan fasilitas dasar yang layak.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah, aparat pengawasan, dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas proyek yang diduga sarat penyimpangan ini. Sebab jika benar dana sudah dicairkan namun pembangunan belum selesai, maka ini berpotensi masuk dalam ranah tindak pidana korupsi.

Hingga berita ini dirilis, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah desa maupun dinas terkait. (Yusrizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *