Jejak Lahir Ilmu Sosiologi Bermula Dari Revolusi Industri

TROL,– Sosiologi terdengar identik sebagai istilah akademik yang sering terdengar di ruang kelas atau seminar ilmiah. Namun sejatinya, ilmu ini lahir dan tumbuh dari detak kehidupan masyarakat, keresahan sosial, dan kebutuhan untuk memahami dunia bekerja.

Berawal dari ketegangan pada konflik Revolusi Industri hingga menjadi landasan kebijakan sosial di abad-21 ini, sosiologi memegang peranan penting dalam membaca perubahan zaman

Apa itu Sosiologi

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat, perilaku sosial, interaksi antar manusia, serta struktur dan dinamika sosial yang membentuk kehidupan bersama. Berasal dari kata Latin socius (teman) dan logos (ilmu), sosiologi secara harfiah berarti “ilmu tentang teman atau masyarakat

Ilmu ini mempelajari bagaimana manusia membentuk kelompok, bagaimana norma dan nilai terbentuk, serta bagaimana struktur kekuasaan dan ketimpangan muncul dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, sosiologi bukan sekadar teori, tetapi alat analisis yang dapat digunakan untuk membaca kondisi masyarakat.

Dalam praktiknya, sosiologi tidak hanya menjadi alat bagi akademisi, tetapi juga oleh para pengambil kebijakan, jurnalis, aktivis sosial, dan bahkan perusahaan. Sebab, memahami masyarakat berarti memahami kebutuhan, konflik, dan potensi perubahan yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan bersama

Sejarah Awal Kelahiran Sosiologi

Lahir sebagai bentuk reaksi terhadap perubahan besar di Eropa pada abad ke-18 hingga 19, diantaranya terdapat tiga perubahan besar yang melandasi lahirnya sosoiologi di masyarakat :

1. Revolusi Industri:
Perubahan besar dalam sistem produksi memunculkan kelas pekerja, urbanisasi masif, serta masalah sosial baru seperti kemiskinan, kriminalitas, dan eksploitasi buruh. Kehidupan masyarakat berubah drastis, dan banyak pemikir merasa perlu memahami perubahan ini secara sistematis.Buku Sejarah

2. Revolusi Prancis (1789): Dalam fase ini feodalisme menggoyangkan sistem dan memunculkan semangat egalitarianisme serta pertanyaan tentang tatanan sosial yang adil. Gerakan ini melahirkan ide tentang masyarakat sebagai entitas dinamis yang bisa dibentuk kembali.

3. Perkembangan Ilmu Pengetahuan:
Ilmu alam berkembang pesat, dan muncul dorongan untuk menerapkan metode ilmiah ke dalam studi masyarakat. Ini menjadi inspirasi bagi ilmuwan sosial untuk mengkaji kehidupan manusia dengan pendekatan yang serupa.

Dalam konteks ini, muncul kebutuhan untuk “meng-ilmiahkan” pemahaman tentang masyarakat. Maka muncullah sosiologi sebagai cabang ilmu sosial yang sistematis dan ilmiah

Tokoh-Tokoh Penting dalam Sejarah Sosiologi

1. Auguste Comte (1798–1857)
Dikenal sebagai “Bapak Sosiologi”, Comte adalah orang pertama yang memperkenalkan istilah sociology. Ia mengembangkan teori positivisme, yakni pendekatan ilmiah dalam memahami fenomena sosial. Bagi Comte, masyarakat dapat dikaji sebagaimana ilmu alam mengkaji gejala fisik — melalui observasi, eksperimen, dan generalisasi. Ia percaya bahwa masyarakat berkembang melalui tiga tahap: teologis, metafisik, dan positif.Kursus Sosiologi

2. Émile Durkheim (1858–1917)
Durkheim dianggap sebagai tokoh penting dalam mengukuhkan sosiologi sebagai disiplin akademik. Ia menekankan pentingnya solidaritas sosial dan institusi dalam menjaga keteraturan masyarakat. Salah satu karya terkenalnya adalah The Division of Labour in Society dan Suicide, yang memperkenalkan metode statistik dalam studi sosial. Durkheim juga mengembangkan konsep “fakta sosial” — yaitu segala cara bertindak, berpikir, dan merasa yang berada di luar individu, namun mengendalikan mereka.

3. Karl Marx (1818–1883)
Meski lebih dikenal sebagai filsuf politik dan ekonom, pemikiran Marx sangat berpengaruh dalam sosiologi kritis. Ia melihat sejarah masyarakat sebagai sejarah konflik kelas antara pemilik modal dan kaum pekerja. Pandangan ini melahirkan teori konflik sosial yang menjadi dasar berbagai studi ketimpangan. Marx menyoroti bagaimana struktur ekonomi memengaruhi struktur sosial dan menciptakan ketidakadilan

4. Max Weber (1864–1920)
Weber berkontribusi dengan pendekatan interpretatif, yaitu memahami tindakan sosial berdasarkan makna subjektif yang dimiliki pelakunya. Ia juga membahas rasionalisasi, birokrasi, dan hubungan antara agama dan kapitalisme dalam bukunya The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism. Konsep “tindakan sosial” Weber menjadi pijakan penting dalam menjelaskan motivasi perilaku manusia dalam konteks sosial.

5. Herbert Spencer, Georg Simmel, Harriet Martineau
Spencer memperkenalkan pendekatan evolusioner dalam sosiologi. Simmel menyoroti interaksi sosial dalam kelompok kecil dan konsep-konsep seperti “dyad” dan “triad”. Martineau, yang sering dianggap pelopor sosiologi feminis, menekankan pentingnya mengkaji kehidupan perempuan dan kelompok tertindas.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *