TROL, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menggelar Festival Hadrah memperebutkan Piala Bupati Sumenep, yang resmi dibuka Selasa malam (10/6) di Lapangan Sepakat, Kecamatan Lenteng.
Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan pameran UMKM sebagai bentuk sinergi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, dalam sambutannya menegaskan bahwa Festival Hadrah tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi merupakan sarana strategis untuk memperkuat identitas kultural masyarakat di tengah arus globalisasi.
“Festival hadrah bukan hanya hiburan, ini adalah momentum untuk menjaga identitas budaya masyarakat Sumenep agar tetap hidup dan relevan di masa kini maupun mendatang,” ungkapnya.
KH. Imam Hasyim juga menyampaikan pentingnya menjaga eksistensi hadrah sebagai bentuk ekspresi spiritual dan tradisi keislaman yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Sumenep. Ia berharap festival ini menjadi ruang edukatif dan inspiratif bagi generasi muda.
“Kami ingin generasi muda terus mengenal dan mencintai hadrah sebagai warisan budaya dan nilai-nilai spiritual yang luhur,” lanjutnya.
Ia pun mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat, khususnya kalangan muda, yang tetap menunjukkan minat besar terhadap seni hadrah. Menurutnya, pelestarian budaya seperti ini juga dapat memperkuat karakter, menumbuhkan toleransi, dan membangun semangat kebersamaan antarwarga.
“Seluruh elemen masyarakat harus turut ambil bagian dalam menjaga dan mengembangkan tradisi ini, agar tidak hilang ditelan modernisasi,” tegas Wabup Imam Hasyim.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep, Faruk Hanafi, menyampaikan bahwa Festival Hadrah 2025 diikuti oleh 50 kelompok dari berbagai desa se-Kabupaten Sumenep.
“Festival hadrah dan pameran UMKM ini akan berlangsung selama 12 hari, mulai 10 hingga 21 Juni 2025,” tutupnya.
Acara ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam merawat budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
(hartono)











