Jelang Ramadhan, Warga Sarangan Gelar Upacara Labuhan di Telaga Sarangan

foto: prosesi larung sesaji di tengah telaga sarangan

TROL, Magetan – Masyarakat Kelurahan Sarangan kembali menggelar Upacara Labuhan Sarangan sebagai bagian dari tradisi bersih desa yang rutin dilaksanakan setiap Jumat Pon di bulan Ruwah. Tradisi sakral tersebut digelar di kawasan wisata Telaga Sarangan, Jumat (16/1), dan menjadi salah satu agenda dalam Calendar of Event (CoE) Kabupaten Magetan.

Upacara Labuhan Sarangan merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas limpahan berkah, sekaligus doa bersama agar senantiasa diberikan keselamatan dan keberkahan. Tradisi tahunan yang dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan ini diikuti oleh warga Kelurahan Sarangan dan masyarakat sekitar, dengan pusat kegiatan di depan Punden Telaga Sarangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab budaya yang menyusuri kawasan telaga. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan tari-tarian dari siswa-siswi tingkat SD dan SMP, sebagai bentuk pelibatan generasi muda dalam pelestarian tradisi dan budaya lokal.

Suasana khidmat terasa saat doa-doa dipanjatkan bersama. Usai doa, Bupati Magetan Nanik Sumantri bersama rombongan menaiki perahu untuk melaksanakan prosesi larung sesaji di tengah Telaga Sarangan. Prosesi tersebut berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan disambut antusias oleh masyarakat serta wisatawan yang telah memadati kawasan telaga sejak pagi hari.

Bupati Magetan Nanik Sumantri mengatakan, tradisi Labuhan Sarangan harus terus dijaga dan dilestarikan tanpa mengurangi makna serta kesakralannya.

“Labuhan Sarangan mengajarkan nilai spiritual, gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian terhadap kelestarian alam. Nilai-nilai ini harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar tradisi ini menjadi tuntunan hidup, bukan sekadar tontonan,” ujar Nanik.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Magetan dalam menjaga keberlanjutan tradisi tersebut sekaligus mendukung pengembangan pariwisata daerah.

“Sebagai Warisan Budaya Tak Benda, kami berkomitmen menjadikan pariwisata Magetan tumbuh secara berkelanjutan, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan tetap menjaga kelestarian Telaga Sarangan,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan rutin setiap tahun, Upacara Labuhan Sarangan diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya unggulan di Kabupaten Magetan. (Tok finews)

 

#Prokopim Magetan
#humpromagetan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *