Pimpin Apel Besar 3 Pilar Tulungagung, Plt Bupati Ahmad Baharudin Tekankan Bahaya Provokasi dan Perpecahan

TROL, Tulungagung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung memperkuat sinergi bersama tiga pilar dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah. Komitmen itu ditegaskan melalui Apel Besar 3 Pilar bersama Elemen Masyarakat dan Sabuk Kamtibmas Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Tulungagung, Kamis (3/9).

Mengusung tema “Jaga Indonesia – Jogo Tulungagung”, apel tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, perguruan pencak silat, organisasi kepemudaan, dan Gerakan Pramuka.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Deklarasi Cipta Kamtibmas dan penandatanganan komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas serta keamanan wilayah Tulungagung.

Dalam sambutanya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata-mata menjadi tugas aparat. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menciptakan suasana daerah yang aman, damai, dan harmonis.

“Tulungagung merupakan rumah kita bersama. Keamanan, ketertiban dan kedamaian tidak semestinya hanya dibebankan kepada aparat keamanan. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan suasana daerah yang aman, kondusif dan harmonis,” tegas Ahmad Baharudin.

Ia menjelaskan, masing-masing unsur tiga pilar memiliki peran strategis sesuai tugas dan kewenangannya. Pemerintah daerah bersama jajaran ASN bertanggung jawab memastikan pelayanan publik dan roda pemerintahan berjalan dengan baik. Sedangkan TNI dan Polri berperan dalam menjaga keamanan nasional maupun daerah.

Sementara itu, kekuatan masyarakat seperti organisasi kemasyarakatan, perguruan pencak silat, organisasi kepemudaan, dan Gerakan Pramuka dinilai memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas sosial.

Ahmad berharap seluruh elemen tersebut mampu menjadi pelopor persaudaraan, memperkuat komunikasi, sekaligus menjaga perdamaian hingga tingkat masyarakat paling bawah.

Ia juga meminta setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat segera dikomunikasikan dan diselesaikan secara bijaksana. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Kalau tiga pilar pemerintah bersinergi erat dengan seluruh ormas, pendekar perguruan silat serta generasi muda Pramuka, maka tidak ada ruang bagi pihak mana pun yang ingin memecah belah kita,” tuturnya.

Ahmad juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. Perbedaan antarorganisasi, komunitas, maupun perguruan pencak silat, menurutnya, justru menjadi bagian dari kekayaan sosial Tulungagung yang harus dijaga dengan semangat persaudaraan.

Pesan “Jaga Indonesia – Jogo Tulungagung”, lanjut dia, tidak boleh berhenti sebagai slogan dalam kegiatan apel. Semangat tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan saling menghormati, menjaga komunikasi, menghindari provokasi, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.

Apel Besar 3 Pilar itu sekaligus menjadi penegasan komitmen bersama untuk mempertahankan Tulungagung sebagai daerah yang aman, damai, kondusif, guyub, dan rukun.

“Jaga Indonesia dimulai dari langkah kita menjaga Tulungagung. Mari bersama-sama menjaga persatuan, keamanan dan kedamaian daerah yang kita cintai,” pungkasnya. (jk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *