TROL, Madiun – Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) meninjau langsung kondisi Bendung Kedungrejo di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Rabu (1/4), menyusul kerusakan parah pada bagian talud yang jebol akibat hujan deras beberapa hari terakhir.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan langkah penanganan darurat berjalan cepat, mengingat bendung ini memiliki peran vital dalam mengairi sekitar 1.554 hektare lahan pertanian di wilayah setempat.
Sebelum meninjau bendung, Wamen PU bersama rombongan juga menyambangi proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Nglames.
Bendung Kedungrejo merupakan infrastruktur lama yang dibangun pada 1936 dan baru satu kali direnovasi pada 1970. Kondisi terkini menunjukkan kerusakan signifikan yang berdampak langsung pada sistem irigasi pertanian.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah kini melakukan penanganan darurat dengan fokus pada pembersihan sedimentasi serta evakuasi material bangunan yang runtuh. Sebanyak 30 personel dan sejumlah alat berat telah diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat proses perbaikan.
Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, M.H., mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti arahan dari Kementerian Pekerjaan Umum, terutama untuk memastikan bendung dapat kembali difungsikan sebelum musim kemarau tiba.
“Yang penting bendung ini bisa segera difungsikan kembali. Karena ini kunci untuk mengairi 1.554 hektare sawah dan menjaga ketahanan pangan, baik di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, hingga nasional,” ucapnya.
Pemerintah menargetkan penanganan darurat dapat segera rampung agar distribusi air irigasi kembali normal dan aktivitas pertanian masyarakat tidak terganggu. (*)
#prokopimkabmadiun











