TROL, Bojonegoro – Dr. Hj. Sri Budi Cantika Yuli Wahono atau Cantika Wahono dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bojonegoro. Pengukuhan tersebut berlangsung bersamaan dengan pelantikan Pengurus Cabang dan Cabang Khusus PGRI Kabupaten Bojonegoro Masa Bakti XXII di Pendopo Malowopati, Kamis (2/4).
Acara ini dihadiri Ketua PGRI Jawa Timur, Ketua PGRI Bojonegoro, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam sambutannya menyoroti tantangan dunia pendidikan yang kian kompleks, terutama akibat pesatnya arus informasi di media sosial dan perubahan sosial yang cepat.
Menurutnya, peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga pendidik yang bertanggung jawab terhadap pembentukan karakter siswa.
“Kalau pendidik itu punya kewajiban sampai ke etika, tata krama, dan norma,” ucapnya.
Ia menegaskan, tugas administratif memang penting, namun tidak boleh menggeser peran utama guru dalam mendidik.
Bupati juga mendorong para guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan era digitalisasi guna mencetak sumber daya manusia unggul.
“Saya minta tolong Bapak Ibu guru harus paham betul era digitalisasi ini, agar kita bisa mewujudkan SDM unggul untuk masa depan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi kolaboratif antara guru dan wali murid sebagai bagian dari keberhasilan pendidikan. Ia juga mengingatkan para guru untuk memberikan keteladanan, termasuk tidak merokok di lingkungan pendidikan.
“Jangan merokok di lingkungan tempat tugas Bapak Ibu guru sekalian,” tegasnya.
Sementara itu, Cantika Wahono dalam pidato pengukuhannya menyampaikan bahwa peran Ibunda Guru merupakan bentuk pengabdian untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Ia menilai, guru saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari beban administratif hingga tekanan psikososial.
“Peran Ibunda Guru sebagai mitra strategis bagi PGRI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, sekaligus menjadi penggerak, motivator, dan inspirator,” ucapnya.
Cantika juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antara PGRI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas, serta meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru.
“Mudah-mudahan guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing dan teladan dalam membentuk nilai dan karakter anak didik,” katanya.
Pengukuhan Ibunda Guru dan pelantikan pengurus baru PGRI ini diharapkan menjadi momentum memperkuat peran guru dalam menghadapi tantangan zaman, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di era digital. (adi)
#bojonegorokab.go.id











