TROL, Jakarta – Drama luar biasa tersaji dalam partai final Piala ASEAN FIFA antara Indonesia dan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10) malam. Setelah pertunjukan kembang api menandai puncak upacara penutupan di langit Jakarta, kedua raksasa Asia Tenggara tersebut langsung terlibat pertarungan sengit untuk memperebutkan trofi.
Sejak awal pertandingan, pola permainan kedua tim sudah terlihat. Thailand tampil lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik melalui transisi, sementara Indonesia bermain lebih agresif ketika menguasai bola.
Namun, peluang bersih sulit tercipta sepanjang satu jam pertama. Mitch Baker dan Calvin Verdonk sempat mengancam lewat tembakan, tetapi keduanya masih melebar dari sasaran.
Thailand kemudian harus kehilangan Suphanan Bureerat yang mengalami cedera pada babak kedua. Memasuki penghujung waktu normal, pertandingan semakin dramatis.
Thailand harus bermain dengan 10 pemain setelah bek sayap Nicholas Mickelson menerima dua kartu kuning dalam rentang lima menit. Kartu kuning kedua menjadi titik balik penting bagi pertandingan.
Pada menit ke-84, Dean James mengambil tendangan bebas dari tepi kotak penalti. Bola sempat membentur pemain pengganti Thailand, Iklas Sanron, sebelum berubah arah dan meluncur melewati kiper Saranon Anuin. Indonesia pun unggul 1-0.
Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan tiga menit. Thailand berhasil menyamakan kedudukan melalui Iklas Sanron. Umpan silang dalam dari Seksan Ratree disambut dengan tendangan voli gemilang di tiang jauh, membuat skor menjadi 1-1 dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
Meski bermain dengan 10 pemain, Thailand justru mampu mengejutkan Indonesia pada masa perpanjangan waktu. Pada menit ke-111, Anan Yodsangwal merebut bola dari Elkan Baggott sebelum mengirimkan umpan kepada Peeradol Chamrasamee. Peeradol kemudian menaklukkan Emil Audero untuk membawa Thailand berbalik unggul 2-1.
Drama belum berakhir. Lima menit berselang, Baggott menebus kesalahannya dengan mencetak gol penyama kedudukan. Bek yang lahir di Bangkok itu melepaskan tembakan yang membentur bagian bawah mistar sebelum masuk ke gawang.
Skor 2-2 bertahan hingga babak tambahan berakhir sehingga penentuan juara harus dilakukan melalui adu penalti.
Dalam drama dari titik putih tersebut, kapten Thailand Sarach Yooyen gagal mengeksekusi penalti ketiga. Indonesia kemudian mendapatkan momentum untuk memastikan kemenangan.
Penjaga gawang Garuda, Emil Audero, menjadi pahlawan Indonesia setelah menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya. Penyelamatan tersebut memastikan Indonesia keluar sebagai juara Piala ASEAN FIFA setelah melewati final yang penuh drama.
Kemenangan itu sekaligus menjadi penutup sempurna bagi malam final di Jakarta, yang diwarnai kejar-kejaran skor, kartu merah, gol pada masa tambahan waktu, hingga adu penalti.
Susunan Pemain
Indonesia: Emil Audero, Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner (Shayne PAttynama 101′), Calvin Verdonk (Egy Maulana 101′), Joey Pelupessy, Thom Haye (Dean James 45′), Luke Vickery (Rizky Ridho 60′), Ragnar Oratmangoen (Ivar Jenner 65′), Ole Romeny (Rayhan Hanan 109′), Mitchell Baker
Thailand: Saranon Anuin, Nattapong Sayriya, Manuel Bihr, Nicholas Mickelson, Suphanan Bureerat (Waris Choolthong 53′), Sarach Yooyen, Kritsada Kaman (Peeradol Chamrasamee 90′), Kakana Khamyok (Iklas Sanron 79′), Chanathip Songkrasin (Seksan Ratree 63′), Supachai Chaided (Anan Yodsangwal 79′), Teerasak Poeiphimai (Jude Soonsup-Bell 63′).
Gol Indonesia: Dean James (84), Elkan Baggott (116).
Gol Thailand: Iklas Sanron (87), Peeradol Chamrasamee (111). (*)
*sumber: fifa.com











